alexametrics

Inspektorat Kendal Temukan Kejanggalan saat Sidak Pasar Darurat Weleri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Inspektorat Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kondisi Pasar Weleri Sementara I di Terminal Bahurekso. Dalam sidak, Inspektur Inspektorat Kendal, Sugeng Prayitno mengaku kaget.

Pasalnya, tujuan sidak adalah untuk mengecek bangunan 17 los pasar yang sempat roboh karena diterpa angin. Tapi saat dicek kondisinya malah sudah dibangun.

“Ini gimana, kok malah sudah dibangun. Padahal masih dalam pemeriksaan oleh auditor Inspektorat Kendal,” katanya saat sidak Pasat Darurat Weleri di Terminal Bahurekso, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, dengan dibangunnya los yang sempat roboh, maka Inspektorat tidak bisa melanjutkan pemeriksaan. “Kalau kondisinya sudah dibangun, lalu auditor akan memeriksa apa! Kondisinya yang mau diperiksa sudah berbeda,” tuturnya.

Baca juga:  Hasil Jualan Koran Bisa Buat Ibadah Haji

Saat ini ia tetap memerintahkan kepada tim auditor untuk memeriksa dokumen yang diperoleh. Yakni dengan dicocokkan dengan keterangan dari pejabat pembuat komitmen (PPK), pihak ketiga dalam hal ini PT Aldila dan penyedia material pasar Gigasteel.

Anehnya saat sidak, Sugeng menemukan ada dua merek penyedia barang pada rangka baja ringan yang digunakan untuk membangun Los Pasar Darurat Weleri. Yakni Gigasteel dan Well Truss. “Padahal dalam dokumen kontrak, menyebutkan, surat dukungan hanya kepada merek Gigasteel,” paparnya.

Bavca Juga: Habiskan Rp 3,6 Miliar, Pasar Darurat Weleri Ambruk Tertiup Angin

Beberapat temuan lain, saat ini masih di lakukan kajian bersama oleh tim auditor. Jika selesai, maka sepenuhnya akan dilaporkan ke Bupati Kendal selaku pimpinan tertinggi di Kendal.

Baca juga:  Jadi Selebgram lebih Menjanjikan

Diketahui, Pasar Weleri Sementara I mengalami insiden bencana. Sebanyak 17 los yang rencananya akan ditempati 136 pedagang roboh karena diterpa angin pada Selasa (14/9/2021) lalu. Padahal kondisinya baru selesai dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar.

Dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal  saat ini masih menyerahkan pemeriksaan Pasar Darurat Weleri kepada Inspektorat. Kejari Kendal menghormati proses yang dilakukan Inspektorat sebagai aparat pengawasan internal pemerintah (APIP).

“Kami juga menghormati proses kontrak pekerjaan. Sebab sampai saat ini, dari data yang kami peroleh masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak pelaksana,” kata Kepala Kejari Kendal, Ronaldwin.

Selama proses penyelidikan yang dilakukan Inspektorat, Tim Kejari Kendal akan melakukan monitoring. Selain itu berkoordinasi terhadap hasil temuan Inspektorat Kendal dan dicocokkan dengan data dari OPD maupun pelaksana pekerjaan. “Termasuk dokumen dalam proses perencanaan,” jelasnya. (bud/bas)

Baca juga:  Angel…Angel…Masih Ada Remaja yang Asyik Nongkrong di Masa PPKM Darurat

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya