alexametrics

Sekolah di Kendal Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Bupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto mulai memberikan kelonggaran terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM). Pihak sekolah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Dengan catatan kapasitas 50 persen.

Kelonggaran itu didasarkan pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali. Atas dasar itu Kabupaten Kendal masuk kategori PPKM Level 3.

“Malah untuk sekolah luar biasa (SLB). Baik SDLB, SMPLB, SMALB sederajat dapat melaksanakan PTM dengan kapasitas hingga 100 persen,” katanya.

Meski PTM di SLB boleh 100 persen, tapi protokol kesehatan harus tetap diberlakukan. Jarak minimal antar siswa 1,5 meter. “Maksimal dalam satu kelas hanya boleh lima orang peserta didik saja,” tuturnya.

Baca juga:  Pembangunan Pasar Weleri Belum Jelas, Pedagang Protes

Sedangkan untuk pendidikan nonformal utamanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maksimal 33 persen. “Sama juga, tetap prokes dan maksimal lima peserta didik per kelas,” tegasnya.

Selama pemberlakukan PPKM Level 3 ini, perkantoran esensial pemerintahan dapat buka 25 persen Work From Office (WFO). Sebanyak 75 persen selebihnya tetap bekerja dari rumah atau WFH. “Sementara perkantoran pemerintahan nonesensial (tidak ada layanan masyarakat) masih harus WFH 100 persen,” paparnya.

Perkantoran Esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem  pembayaran, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-karantina Covid-19, industri orientasi ekspor dapat buka 50 persen dari kapasitas.

Perkantoran sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dapat beroperasi 100 persen. “Diperbolehkan operasi, karena krusial menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelasnya.

Baca juga:  Berharap Legislatif dan Eksekutif Harmonis

Sedangkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan dapat beroperasi maksimal 50 persen dari kapasitas. “Dan kami batasi sampai jam sembilan malam,”  tandasnya.

Dico berharap, kasus Covid-19 di Kendal bisa terus menurun. Kuncinya memang harus bersama-sama menerapkan protokol kesehatan. Selain itu masyarakat agar segera vaksin. “Saat ini masyarakat yang sudah divaksin ada sebanyak 141.430 orang,” kata Dico. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya