alexametrics

Pengusaha Beri Bantuan untuk Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah perusahaan di Kaliwungu memberikan bantuan kepada Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kendal. Total bantuan senilai Rp 25 juta diperuntukkan untuk 25 orang. Diberikan dalam bentuk uang tunai, sembako, dan tas.

Sejumlah Perusahaan itu adalah PT Kawasan Industri Kendal (KIK), PT Asia Pasific Fiber (APF), PT Kayu Lapis Indonesia (KLI), dan PT Tasindo Dharma Industri. Mereka bergotong royong mengumpulkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk para relawan pemulasaran jenazah Covid-19.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari perusahaan yang ada di Kaliwungu untuk para tim relawan pemulasaran jenazah Covid-19. Meski tidak seberapa, harapannya bisa membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari selama mereka bertugas,” kata Kepala HRD dan Humas PT APF, Mettoni AS Maaris, kemarin.

Baca juga:  Tatap Liga 3, Persik Kendal Siap Bangkit Lagi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, di Kendal saat ini ada lima tim pemulasaran jenazah. Masing-masing terdiri dari lima orang. Yakni dari Dinkes, PMI, ORARI, MGMC dan Satpolkar.

“Ia mengucapkan terimakasih. Sebab selama dua bulan terakhir kasus meninggal akibat Covid-19 cukup tinggi. Pada Juni, ada 200 lebih orang meninggal, dan Juli ada 454 orang meninggal akibat Covid-19. Jumlah tim sangat terbatas, sehingga pada bulan lalu, sampai kewalahan,” paparnya.

Bahkan pemulasaran jenazah Covid-19 ini sampai terjadi banyak antrean di rumah sakit. “Kami berharap jumlah tim yang ada bisa bertambah,” paparnya.

Tutus Narsani, salah satu tim pemulasaran jenazah dari Tim Emprit mengakui jika selama Juni dan Juli angka kasus kematian akibat Covid-19 memang sangat tinggi. Bahkan mengakibatkan ia dan tim harus berangkat pagi pulang pagi. “Bahkan kami pernah dua hari tidak pulang, karena banyaknya antrean pemulasaran jenazah,” tandasnya.

Baca juga:  Ribuan Warga Padati Masjid Agung Kendal, Hadiri Haul Akbar

Bahkan sehari, ia dan timnya pernah memulasari 37 pasien Covid-19 yang meninggal. “Itu dari pagi sampai pagi kerjanya. Tapi kami menyadari ini pengabdian yang harus dilakukan untuk membantu pemerintah, rumah sakit dan keluarga pasien Covid-19,” imbuhnya. (bud/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya