alexametrics

Kebut Tanggul Bodri sebelum Musim Hujan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Proyek pengerjaan tanggul Sungai Bodri di Dusun Pilang, Desa Lanji, Kecamatan Patebon Kendal terus dikebut. Sebelumnya, lokasi tersebut sering terjadi longsor saat musim hujan karena derasnya aliran sungai. Pengerjaannya pun ditarget rampung sebelum musim penghujan tiba.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kendal Sugiyono mengatakan, empat bulan lagi tanggul sudah rampung. Pengerjaannya dimulai sejak Maret 2021. “November 2021 itu finishing, harapannya Oktober konstruksi bawah sudah terselesaikan,” ujarnya saat meninjau proses pengerjaan tanggul Selasa (27/7/2021).

Tanggul didesain secara khusus, agar kuat menahan berbagai situasi. Konstruksinya menggunakan metode bored pile, sejenis fondasi dengan elemen beton bertulang yang dimasukan ke dalam lubang bor. Dalamnya mencapai 12 meter, ditambah tiang pancang mini pile sedalam 9 hingga 10 meter.

Baca juga:  Seniman Kendal Mulai Bangkit, Gelar Parade Teater

Keberadaan tanggul tersebut dianggap sangat krusial. Saat longsor terjadi, tingginya debit air mengancam rumah warga di sekitar bantaran sungai. Panjang tanggul yang dibuat pun mencapai 200 meter. Melebihi titik lemah tanggul sepanjang 150 meter. “Kami amankan 200 meter. Tinggi tanggul yang dikerjakan mencapai 6 meter. Berupa beton bertulang setebal 40 sentimeter di bagian atas dan 1 meter di bagian bawah. Anggarannya Rp 6,1 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Dinas Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

Ia menjelaskan, permasalahan di lokasi itu adalah sliding atau tanah bergerak. Karenanya, diupayakan fondasi dalam dengan bored pile. Tidak menggunakan tiang pancang, karena akan menimbulkan getaran. Sedangkan bored pile bersifat seperti akar, sehingga bisa menahan daya gelincir dari adanya tekanan tanah aktif dari timur atau luar tanggul. “Metode ini juga digunakan untuk menahan longsoran jalan di Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan yang terbukti berhasil,” imbuhnya.

Baca juga:  Oknum Bank Syariah di Kendal Tipu 11 Calhaj, Ini Modusnya

Kunarto, kepala Bidang Sungai, Bendungan dan Pantai, Dinas Pusdataru Provinsi Jateng menjelaskan bahwa pihaknya telah meneliti tanah di lokasi bersama Undip. Hasilnya ditentukan yang paling baik adalah fondasi dengan bored pile. Penelitian dilakukan cukup lama, hampir satu tahun. “Kami kejar terus pengerjaannya, sehingga sebelum musim hujan sudah selesai pengerjaan intinya. Harapannya seperti itu sehingga (hujan dan derasnya arus sungai) tidak mengganggu pengerjaan,” timpalnya. (yan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya