alexametrics

Bupati Kendal Kurbankan Sapi Satu Ton

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Bupati Kendal Dico M Ganinduto terjunkan timnya untuk mencari sapi terberat di Kabupaten Kendal. Akhirnya, ia mendapatkan sapi dengan bobot lebih dari 1 ton dari peternak. Sapi itu telah dikurbankan Rabu (21/7/2021). Idul Adha kali ini Dico menyiapkan 25 ekor sapi untuk kurban.

Dua ekor disembelih di Rumah Dinas Bupati, Jetis, Kelurahan Tanggulrejo, Kecamatan Kendal. Sementara sisanya disebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Kendal. Sesuai instruksi, penyembelihan dilaksanakan pada 21, 22, dan 23 Juli 2021. Tidak bertepatan pada hari H Idul Adha.

“Khusus yang kami sembelih di rumah dinas ini ada dua. Yang satu untuk saya dan keluarga, yang satu lagi saya niatkan untuk masyarakat kendal yang sampai hari ini belum mampu untuk berkurban. Semoga mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ujarnya usai menyaksikan penyembelihan sapi miliknya Rabu (21/7/2021).

Baca juga:  Angka Kriminalitas di Kendal Meningkat, Setahun 280 Kasus

Prosesi penyembelihan juga diikuti oleh sang istri, Chacha Frederica dan jajaran pemerintah Kabupaten Kendal. Chacha tampak cukup lama mengelus-elus kepala, mendoakan, dan bercengkrama dengan sapi terbesar itu sebelum disembelih. Prosesi penyembelihan berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal Tjipto Wahjono menyebutkan jumlah kurban tahun ini menurun. Totalnya diperkirakan mencapai 12 ribu kurban sapi dan kambing. “Dibandingkan tahun kemarin, jumlah kurban tahun ini ada penurunan sekitar 10 sampai 15 persen. Kami maklumi karena pandemi covid, sehingga penurunan ini yang terjadi,” jelasnya.

Menurutnya, pada masa PPKM Darurat ini yang tidak bisa ditinggalkan adalah prokes. Karenanya, masyarakat diimbau melakukan penyembelihan di rumah potong hewan (RPH). Ada empat RPH di Kabupaten Kendal, yaitu di Kecamatan Boja, Sukorejo, Pegandon, dan Weleri. “Dalam pemeriksaan yang kami lakukan, kami juga menemukan adanya cacing hati, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Masih wajar. Melalui pemeriksaan yang dilakukan, yang tidak layak konsumsi bisa segera diketahui dan tidak diedarkan. Itu yang lebih penting,” tandasnya. (yan/ton)

Baca juga:  Arkenas Temukan Dua Situs Candi

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya