alexametrics


Pendonor Plasma Terkendala Surat Negatif

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kebutuhan donor plasma konvalesen untuk penderita Covid semakin banyak. Namun, beberapa kendala dijumpai para pendonor. Salah satunya adalah tidak dimilikinya surat keterangan negatif dari hasil PCR.

Plasma konvalesen sendiri diperoleh dari seorang penyintas Covid yang telah sembuh dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. “Sebenarnya kebutuhan plasma konvalesen ini cukup banyak. Tapi sulit untuk mendapatkan pendonor yang memenuhi syarat,” ujar Dokter Pelaksana Unit Donor Darah (UDD) PMI Kendal, dr Agus Suwondo.

Menurutnya, masyarakat ketika terpapar Covid terkadang dinyatakan selesai tanpa adanya pemeriksaan PCR lanjutan. Mereka hanya melakukan isolasi mandiri sesuai batas waktu yang ditentukan. Tes ulang apakah mereka sudah negatif atau belum tidak dilakukan. “Untuk donor plasma harus ada bukti ilmiah, positif Covid dan kapan negatifnya. Ini kendalanya,” ujarnya.

PMI Kendal sendiri hingga saat ini belum bisa melakukan donor plasma bagi para penyintas Covid. Mereka belum memiliki alatnya.

Dr Agus menjelaskan, pihaknya hanya bisa mengarahkan pendonor untuk ke Semarang yang memiliki alatnya.

Selain banyak yang tidak memenuhi syarat karena keterangan negatif Covid, jauhnya lokasi juga menjadi kendala tersendiri. Padahal angka Covid terus naik. “Saya kira kabupaten lain juga banyak yang belum mempunyai alatnya,” tandasnya.

Selain itu, selama pandemi ketersediaan darah di PMI pas-pasan. Pendonor yang datang ke Kantor PMI berkisar 12 sampai 20 orang per hari. Sementara sebelum pandemi bisa dua kali lipat.

Ia menjelaskan, selama pemberlakuan PPKM Darurat, PMI Kendal hanya mengandalkan pendonor yang datang kantor. Aktivitas donor darah melalui mobil unit donor darah dihentikan. Padahal, rencananya bulan Juli 2021 ada lima kegiatan donor darah keliling.

Sebulan ini pihaknya sudah membatalkan lima agenda mobil unit donor darah karena alasan PPKM Darurat.

“Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan PPKM Darurat, namun ada yang tidak dapat izin dari pemangku wilayah, ada juga yang merasa takut,” terang dr Agus.

Saat ini ketersediaan golongan darah AB sangat kritis. Hanya 3 kantung darah. “Total saat ini kita hanya mempunyai 113 kantung darah,” tandasnya. (yan/zal)

 

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Populer

Lainnya