alexametrics


Kebutuhan Makan 60 KK yang Dikarantina Dipenuhi dari Dapur Umum

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Satgas Covid-19 Kendal masih berupaya tracing (menelusuri) klaster takziah di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal. Sebanyak 70 orang di-tes swab. Petugas juga mendirikan dapur umum di ruang kelas SDN 3 Karangsari, untuk menyuplai kebutuhan warga RT 1 RW 4 selama 14 hari masa karantina.

Lurah Karangsari, Gatot Tunggul Wulung mengatakan, sebenarnya untuk warga RT 1 RW 4 hanya tinggal 41 orang. Setelah sebelumnya dilakukan swab test kepada 109 orang. “Tapi ada tambahan, 29 dari warga sekitar. Mereka merasa melakukan kontak langsung, kemudian merasakan gejala flu, batuk, lalu ikut swab test,” katanya kemarin (9/6/2021).

Pihaknya mengimbau warga untuk tidak keluar rumah, demi pencegahan perluasan klaster. Sebab yang mengkhawatirkan justru klaster keluarga.“Untuk kebutuhan makan, warga yang isolasi mandiri tidak perlu khawatir. Satgas Jogo Tonggo juga sudah diaktifkan melalui ketua RT setempat. Sedangkan 60 Kepala Keluarga (KK) yang dikarantina dipenuhi dari dapur umum,” tuturnya.

Logistik dapur umum dipasok dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal. Selain itu dari sebagian warga Karangsari yang memberikan bantuan berupa bahan pokok.

Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, hasil swab test warga Karangsari baru bisa diketahui Kamis (10/6/2021). Saat ini Kecamatan Kota Kendal sebagai wilayah penyebaran paling cepat dan penyumbang tertinggi Covid-19 dibanding 19 kecamatan lainnya.

Total saat ini jumlah penderita Covid-19 di Kecamatan Kota Kendal mencapai 125 kasus. Tersebebar di semua kelurahan. Tertinggi di Kelurahan Karangsari 79 kasus, Pegulon 22 kasus dan Langenharjo 10 kasus.

Sedangkan kecamatan yang masuk dalam zona merah Covid-19, ada tiga. Yakni Kecamatan Kota Kendal, 125 kasus Patebon dan Boja, masing-masing sebanyak 32 kasus. “Penyebaran di Patebon dan Boja, paling tinggi dari klaster keluarga,” paparnya.

Ia berharap, warga untuk tetap mematuhi 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas. “Karena saat ini kasus Covid-19 kembali melonjak. Terlebih ada varian baru Covid-19 yang sudah bermutasi. Mereka jauh lebih ganas dan mematikan,” imbuhnya. (bud/zal)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer