alexametrics


Tak Wajib PCR, Penumpang Kalibodri Membeludak

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kendal —Pelonggaran wajib tes PCR menjadi Rapid Test Antigen berdampak melonjaknya penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kalibodri di Pelabuhan Kendal. Penumpang melonjak sampai 10 kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Pantauan koran ini, penumpang KMP Kalibodri tujuan Kumai, Kalimantan Tengah dari Pelabuhan Kendal mencapai 337 penumpang. Jumlah tersebut jauh dibanding hari-hari sebelumnya hanya rata-rata hanya 30 orang penumpang.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal Andi Rahmat mengatakan, pelonggaran Test PCR menjadi Rapid Antigen itu didasarkan pada Surat Edaran (SE) Gubernur Kalimantan Tengah nomor  443.1/69/satgas covid 19/VI/2021 tertanggal 2 Juni 2021. Dimana  syarat swab PCR bagi penumpang umum ditiadakan.

“Sesuai SE itu penumpang hanya menggunakan Rapid Test Antigen atau tes swab saja. Jadi tidak lagi swab PCR. Namun demikian penumpang  wajib pakai masker medis,” katanya, Minggu (6/6/2021).

Meski ada pelonggaran, pihaknya telah memerintahkan kru dan awak kapal untuk mengawasi secara ketat. Termasuk selama perjalanan yang memakan waktu lebih kurang dua hari untuk sampai Pelabuhan Kumai. “Termasuk kami imbau untuk menjaga jarak dan membatasi jumlah penumpang,”  tuturnya.

Pengetatan lainnya, yakni petugas memberlakukan hasil rapid test antigen minimal sehari sebelum pemberangkatan kapal. Hal ini untuk memastikan bahwa penumpang dalam kondisi sehat dan tidak dalam kondisi terpapar Covid-19. “Jumlah penumpang 337 orang masih di bawah kapasitas maksimal. Artinya masih ada ruang menjaga jarak,” imbuhnya.

Dengan tidak lagi menggunakan Tes PCR, pihaknya mengaku menyambut baik. Sebab selama ini penumpang minim lantaran biaya Tes PCR dinilai masih terlalu mahal bagi penumpang. Sedangkan jika Rapid Antigen masih dianggap terjangkau oleh penumpang. “Artinya penumpang tidak terbebani tes PCR. Karena mereka butuh biaya banyak dan biayanya lebih tinggi daripada harga tiket kapal,” imbuhnya.

Salah satu penumpang, Karwadi mengaku senang dengan tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan PCR. Dengan swab antigen bisa menghemat biaya perjalanan. “Sekarang lebih irit kalau PCR bisa mengeluarkan hingga Rp 1 juta dengan tiket, tapi sekarang swab antigen lebih murah,” katanya.

Sebelumnya pihak Pelabuhan Kumai mewajibkan penumpang umum KMP Kalibodri mengantongi hasil negatif swab PCR. Sementara untuk kru kapal dan pengawal armada barang hanya swab antigen saja. (bud/bas)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer