alexametrics

Parah, Klaster Lapas Kendal, 110 Warga Binaan dan 8 Sipir Positif Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Pascalebaran, penularan Covid-19 di Kendal semakin parah. Sejumlah klaster baru bermunculan. Di Kelurahan Pegulon, Kecamatan Kota Kendal, tercatat 181 kasus Covid-19. Sedangkan di Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo terdapat 22 kasus Covid-19.

Di Kelurahan Pegulon, kasus positif Covid-19 terbesar berasal dari klaster Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA dan Lapas IIB Kendal. Penularannya begitu cepat. Setiap harinya selalu bertambah.

Hingga Senin (24/5) lalu, ada 104 warga binaan yang sudah tertular virus korona di Lapas IIA. Sedangkan di Lapas IIB, ada delapan sipir, dan enam warga binaan yang telah positif Covid-19.

“Kepala Lapas IIB atau Lapas Terbuka Kendal juga positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay.

Ferinando menjelaskan, adanya penularan Covid-19 di Lapas Kendal diketahui setelah tiga sipir terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan hasil tracing kontak erat sipir tersebut, ditemukan 32 warga binaan yang telah terinfeksi Covid-19.

Dari temuan itu, Dinas Kesehatan Kendal kemudian memperbanyak pemeriksaan swab test di Lapas Kendal, sehingga ditemukan 72 kasus baru.

Untuk mencegah semakin menyebarnya virus di Lapas Kendal, kini ada pemisahan antara warga binaan yang terjangkit dan bebas dari Covid-19. “Yang terpapar di Lapas Terbuka Kendal ditempatkan khusus di kantor Lapas lama,” kata Ferinando.

Baca juga:  Kejari Rawat Barang Bukti Layaknya di Showroom

Sedangkan Kepala Lapas IIB atau Lapas Terbuka Kendal, Rusdedi, membenarkan dirinya telah terinfeksi virus korona. “Saya melakukan isolasi mandiri di rumah dinas,” akunya kepada wartawan.

Ferinando mengatakan, hingga kini total pasien Covid-19 di Kendal yang masih menjalani perawatan ada sebanyak 325 orang. Jumlah tersebut, menurutnya, mengalami tren kenaikan sejak pascalebaran.

“Sebelum lebaran, kasus Covid menurun. Hingga 12 Mei tercatat di Kendal tersisa 104 kasus. Kemudian kasus Covid-19 begitu pesat naik hingga 200 persen pascalebaran,” ujarnya.

Dikatakan, tingginya kasus Covid-19 di Lapas Kendal dipengaruhi oleh tempat yang terbatas, sedangkan penghuninya overkapasitas. Sehingga mudah sekali terpapar dan menularkan kepada napi yang lain.

Klaster tertinggu berikutnya, lanjut dia, dari klaster aktivitas salat tarawih pada Ramadan lalu di Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo. Sampai saat ini masih ada 22 warga yang positif, dan menjalani isolasi mandiri.

Melihat tingginya kenaikan Covid-19, pihaknya terus berupaya menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. Pihaknya juga semakin intens melakukan tracing.

“Setiap ada kasus positif baru, kami langsung lakukan tes PCR terhadap hasil tracing. Kami melakukan PCR terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan orang yang dinyatakan positif,” papar Ferinando.

Baca juga:  Hajatan Bubar Diterjang Air Bah

Tes PCR dilakukan karena hasilnya lebih akurat. Sehingga benar-benar diketahui siapa saja yang terpapar Covid-19. Dinkes Kendal sendiri sudah mengirimkan obat-obatan kepada mereka yang positif Covid-19, dan menjalani isolasi mandiri. Obat dan vitamin dikirim melalui Puskesmas.

Klaster-klaster yang menyumbang banyak kasus positif Covid-19 juga menjadi perhatian dengan mengirimkan sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan. “Kami juga arahkan mereka untuk melakukan isolasi mandiri. Bagi yang tidak bisa isolasi mandiri, Dinkes menyiapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Kendal sebagai tempat isolasi,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 besar-besaran, lanjut Ferinando, Dinkes Kendal telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai rumah sakit untuk menyiapkan tempat-tempat perawatan.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah terhadap prokes. Karena saat ini, usai lebaran banyak dijumpai warga yang abai prokes, dan banyak yang berkerumun.

“Kami sangat berharap agar masyarakat tetap menerapkan prokes dengan menjaga jarak, memakai masker, dan menghindari kerumunan tetap dilakukan. Virus ini benar-benar ada, dan bisa disaksikan dengan banyaknya klaster baru yang muncul,” katanya.

Baca juga:  Sidak, Disdag Kendal Temukan Minyak Goreng yang Dijual Paketan

Ferinando juga meminta warga yang memiliki kontak erat agar dengan kesadarannya bersedia untuk dilakukan tes swab oleh petugas. Ini dilakukan untuk kebaikan sendiri maupun keluarga yang bersangkutan, apalagi jika dalam keluarga ada lansia yang rentan terpapar.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, di Jateng, salahsatu daerah yang mengalami peningkatan positif Covid-19 tertinggi yakni Kabupaten Kudus.

Data Dinkes Jateng, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus per Senin (23/5) siang ada sebanyak 445 terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 170 pasien dirawat di rumah sakit, dan 275 orang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

Wilayah berikutnya, yakni Kabupaten Kendal yang juga terjadi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburlebaran.

Dikatakan Yulianto, faktor utamanya diduga karena banyak destinasi wisata yang tidak memperketat protokol kesehatan. “Cilacap juga naik kasusnya,” katanya.

Dikatakannya, kasus penyebaran Covid-19 di Cilacap diduga berasal dari Anak Buah Kapal (ABK) MV Hilma Bulker, yang mengangkut gula rafinasi asal India. “Dari belasan ABK yang terinfeksi, lantas menginfeksi 47 tenaga kesehatan yang merawat belasan pelaut itu,” ujarnya. (bud/ewb/aro

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya