alexametrics

Polisi Kantongi Nama Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Kendal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal melakukan perburuan terhadap pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak di Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung. Polisi mengerahkan tim reserse mobile (resmob) untuk mencari dan menangkap pelaku.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, sampai saat ini polisi masih belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut. Tapi dari bukti dan petunjuk pemeriksaan, hasilnya mengarah pada satu nama terduga pelaku.

Namun perihal nama, Tri Agung enggan membeberkan. Pasalnya informasi masih simpang siur. Sehingga dibutuhkan barang bukti yang kuat. “Masih dugaan sementara. Jadi kami belum berani membeberkan karena masih bersifat proses profiling penyidikan,” katanya (11/5/2021).

Baca juga:  Kendal Punya Trek Downhill Baru

Artinya, perkembangan masih bersifat dinamis. Sehingga sewaktu-waktu dapat berubah. Sejauh ini pihak penyidik sudah mengantongi barang bukti. Antara lain pisau yang digunakan pelaku untuk menggorok leher Muhayanah, 65 dan anaknya Karyati, 44 hingga tewas. “Pisau berikut dua pakaian yang dikenakan oleh kedua korban,” tuturnya.

Selain itu, penyidik juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata. “Harapan kami segera ada petunjuk, sehingga pelaku bisa segera kami tangkap,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhayanah dan anaknya Karyati menjadi korban pembunuhan. Keduanya ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya dalam kondisi leher tergorok. Kejadian pembunuhan terjadi pada Minggu (9/5/2021) malam.

Terungkapnya kasus tersebut, setelah para tetangga korban curiga, lantaran tidak ada aktivitas di dalam rumah. Rumah korban akhirnya didobrak dan didapati bercak darah. Setelah diperiksa ruang belakang di kamar mandi, dua korban sudah tewas.

Baca juga:  Pantai Ngebum Diserbu, Pengunjung Abaikan Protokol Kesehatan

Saudara ipar korban Karyati, Yuni mengatakan, tidak tanda-tanda korban ada konflik dengan seseorang. Sebab sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, pukul 16.00, Korban Karyati masih sempat melakukan komunikasi. (bud/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya