alexametrics

Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Kendal Diduga Orang Dekat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Ibu dan anak tewas dibantai dengan cara sadis, Minggu (9/5/2021) malam. Pembunuhan berdarah itu terjadi di Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung, Kendal. Kedua korban Muhayanah, 65, dan anaknya, Karyati, 44,  tewas dengan kondisi luka sayatan di leher seperti disembelih.

Mayat kedua korban ditemukan tetangganya dalam kondisi bersimbah darah di kamar mandi. Saat ditemukan, kedua mayat ditumpuk, dan pintu kamar mandi ditutup rapat.

Di leher Muhayanah terdapat luka gorokan benda tajam. Pun dengan kondisi mayat Karyati. Selain luka gorokan di leher, juga ditemukan luka bekas bacokan dan pukulan di kepala. Wajah Karyati juga memar. Diduga korban melakukan perlawanan, sehingga dianiaya terlebih dahulu oleh pelaku.

Hasil penyelidikan sementara, pembunuhan sadis itu diduga dilakukan oleh orang dekat dengan motif dendam. Pasalnya, dari olah TKP tidak ada barang berharga milik kedua korban yang hilang. Kuat diduga, aksi pembunuhan ini telah direncanakan.

Baca juga:  Mati Mesin, Tiga Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut

Kasus pembunuhan ibu dan anak ini membuat warga gempar. Sebab, selama ini keluarga tersebut tidak ada masalah. Selain itu, keduanya juga dikenal baik, dan ramah dengan tetangga.

Kedua korban ditemukan oleh tetangganya yang curiga rumahnya sepi dari aktivitas. Tetangga yang curiga kemudian mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban.  Saksi kemudian memanggil famili korban, hingga akhirnya pintu rumah korban didobrak.

Saat masuk rumah, banyak ceceran darah di lantai. Setelah dicari, kedua korban berada di kamar mandi dalam kondisi tak bernyawa.“Saya tidak tahu persis kejadiannya. Hanya awalnya dilapori warga kalau Karyati dan ibunya Muhayanah tewas dengan luka parah di kamar mandi rumahnya,” kata Muhadi, Ketua RW setempat.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pageruyung diteruskan ke Polres Kendal. Polisi yang datang langsung memasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Setelah dilakukan olah TKP, kedua jenazah korban dibawa ke RSUD dr Soewondo untuk dilakukan proses otopsi.

Baca juga:  Selundupkan Narkoba Pakai Bola Tenis, Dilempar dari Luar Lapas Kedungpane

Muhadi menuturkan, di rumah itu tinggal tiga orang. Yakni, kedua korban, serta Jovan, 16, putra Karyati. Saat kejadian, Jovan tidak berada di rumah.  Sedangkan suami Karyati, Suryatmono, bekerja di Solo.“Anaknya Mbah Muhayanah empat orang. Hanya saja yang menemani Muhanayah di rumah selama ini adalah Karyati dan Jovan,” ujarnya.

Sementara itu, Jovan histeris mengetahui ibu dan neneknya tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia tampak kebingungan saat melihat rumahnya sudah terpasang garis polisi.

Jovan mengaku, saat kejadian sedang tidak di rumah. Ia pergi bersama pamannya ke Sukorejo, dan sempat menginap. Namun saat pagi terbangun, pamannya sudah tidak ada. Oleh pihak keluarga, Jovan yang terus histeris ini ditenangkan.

Saudara ipar korban Karyati, Yuni, mengatakan, sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, sekitar pukul 16.00, Karyati masih sempat melakukan komunikasi. Bahkan sebelum petang, kakaknya tersebut sempat keluar desa untuk mengambil paket kiriman barang.

Baca juga:  Kendal Butuh Lima Juta Mangrove untuk Amankan Pesisir

“Komunikasi via WhatsApp. Korban juga kirim pesan kepada suaminya, supaya dipesankan mobil  untuk pergi ke Solo, tempat suaminya bekerja,” katanya.

Kasus pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak itu masih dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian. Sebanyak enam saksi sudah dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Kendal.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Tri Agung Suryomicho  mengatakan, korban tewas akibat luka sayatan senjata tajam di leher. “Laporan dari warga Minggu malam langsung kami datangi lokasi kejadian,” ujarnya.

Dugaan sementara, kasus pembunuhan ini dilatabelakangi dendam. Sebab, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.  “Tapi dugaan ini masih kami dalami dengan memeriksa sejumlah saksi,” katanya.

Selain itu, tambah Tri Agung, melihat cara pembunuhan dan posisi kedua korban di kamar mandiri, diduga pelaku lebih dari satu orang. “Kami masih menunggu hasil otopsi pihak Dokkes Polda Jateng,” ujarnya. (bud/aro)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya