alexametrics

Simak! Ini Panduan Berwisata di Kendal Selama Libur Lebaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah destinasi wisata di Kendal akan tetap buka pelayanan selama libur Idul Fitri. Tapi mekanisme operasionalnya dibatasi. Prosedur protokol kesehatan dijalankan lebih disiplin.

Plt Kepala Disporapar Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, memang arahan pemerintah pusat dan provinsi, tempat wisata di Kendal tetap diperholehkan buka pada libur Lebaran Idul Fitri. Tapi kapasitas pengunjung maksimal 30 persen. Aturan ini diperketat 20 persen lebih rendah dari SOP sebelumnya yang memperbolehkan pengunjung maksimal 50 persen.

Selain itu, pengelola wisata air maupun wisata alam harus membatasi jam operasional maksimal pukul 15.00 WIB. “Kami juga minta betul-betul kepada semua pengelola wisata agar taat pada SOP yang sudah berlaku,” katanya kemarin.

Baca juga:  Ratusan Siswa SMAN 2 Kendal Divaksin

Khususnya saat menyambut libur Lebaran ini. Sarana cuci tangan seperti air dan sabun harus selalu dipastikan tercukupi. Pengunjung yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk.

Khusus wahana air, Wahyu bakal memperketat aturan mainnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Setiap kolam renang dengan luasan standar diharapkan menampung tidak lebih dari 50 orang. “Apalagi luasan kolam renang yang lebih kecil,” jelasnya.

Ia meminta kepada setiap pengelola wisata air baik kolam renang maupun pantai, agar menyiagakan petugas pengawas khusus. Untuk memantau pengunjung supaya tidak melebihi kapasitas. Membatasi permainan wahana air setiap jamnya.

Pihaknya sudah mengecek kesiapan di Pantai Ngebum, kolam Renang Tirto Arum, Pantai Indah Kemangi, dan juga Pantai Cahaya. “Kami batasi betul pengunjung dan jam operasionalnya,” paparnya.

Baca juga:  Tak Bermasker, Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Wahyu meminta agar semua pengelola wisata komitmen. Menjalankan pemantauan dan pengawasan agar semua berjalan dengan baik. Jangan sampai menimbulkan klaster baru.

Sementara itu, Direktur Pantai Cahaya pada PT Wersut Seguni Indonesia (WSI), Yanuar Handoko mengatakan, SOP yang tertera pada surat edaran sudah dipenuhi dengan maksimal.

Pantai yang berada di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari itu, hanya menerima 30 persen dari kapasitas ideal 5.000 orang setiap hari.

Khusus untuk kolam renang, pihaknya membatasi 100 pengunjung setiap jamnya. Pengunjung yang masuk ke dalam satu kolam renang dibatasi 30 orang setiap sesi. Selebihnya harus menunggu giliran sesuai prosedur.

Terkait aturan main 30 persen kapasitas pengunjung, Yanuar sudah menyiapkan papan informasi di bagian loket. Pihaknya akan menolak pengunjung apabila kapasitasnya sudah penuh.”Kita sudah komitmen apabila sudah penuh ya kami minta untuk menunggu. Kalau tidak mau ya terpaksa kami tolak,” akunya. (bud/zal)

Baca juga:  Lima Tahun Tak Dirawat, Stadion Utama Kendal Mangkrak

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya