alexametrics

Banjir Rob di Kelurahan Bandengan dan Karangsari Makin Parah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Ratusan rumah di Kelurahan Bandengan dan Karangsari sudah lebih dari dua pekan ini terendam banjir rob. Banjir rob naik ke permukiman warga sekitar pukul 19.30.

Kondisi tersebut mengharuskan warga untuk membersihkan menguras rumah sehabis tarawih.  Banjir rob menggenang ketinggian 40-60 sentimeter. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, rob dari air laut mulai menggenangi jalan kelurahan pukul 17.00. Puncaknya biasanya pada pukul 19.30. Seteah itu air rob turun.

Rob tidak hanya membanjir jalan saja, tapi juga masuk ke rumah-rumah warga. Akibatnya setiap hari warga harus menguras air yang masuk ke rumah dengan cara manual menggunakan alat pel maupun sapu.

“Sudah hampir dua pekan ini,  setiap hari seperti (banjir, Red) ini. Jadi kami harus mengamankan barang-barang dengan menaruhnya di atas agar tidak terkena air rob. Saat banjir surut, para warga harus membersihkan rumahnya masing-masing karena air masuk bercampur dengan sampah dan lumpur,” keluh Sudarso, warga setempat (9/5/2021).

Baca juga:  Operasi Pasar, Pemkab Kendal Gelontor 1.000 Liter Minyak Goreng

Banjir rob ini menurutnya fenomena tahunan yang terjadi menjelang pertengahan tahun. Tapi tahun ini menurutnya terparah. Sebab biasanya rob yang masuk ke rumah hanya sedikit. Tapi kali ini masuk rumah ketinggian 30 sentimeter.“Padahal rumah ini sudah ditinggikan. Jalan juga sudah ditinggikan. Dari jalan ke rumah ketinggian air mencapai 40-60 sentimeter,” akunya.

Hal senada dikatakan Suratmi. Ia menambahkan jika rob terjadi akibat permukaan air laut pantai utara jawa (pantura) mengalami kenaikan. Hal tersebut diperparah sungai Kendal yang kondisinya dangkal dan sempit. “Akibatnya air meluap membanjiri rumah-rumah jalan dan pemukiman warga,” tuturnya.

Diakuinya jika kondisi sungai tidak ada sandaran. Sehingga tanah bantaran sungai selalu longsor dan mengakibatkan sungai kendal lebarnya semakin menyempit. “Kepada pemerintah kami berharap agar sandaran sungai ditinggikan, karena rob ini berasal dari sungai Kendal yang langsung bermuara ke laut,” tandasnya.

Baca juga:  Penampakan Wanita Muka Berdarah, Mata Merah Melotot

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Sri Supriyati mengaku kondisi rob di Bandengan memang sangat memprihatinkan. Ia yang juga warga Kelurahan Bandengan merasakan langsung dampak dari banjir Rob.

Pihaknya sebagai perwakilan rakyat mengaku sudah mengusulkan agar melakukan kajian untuk menangani banjir rob di Kelurahan Bandengan dan sekitarnya. “Kami sudah berkoordinasi dengan Disperkim dan DPUPR Kendal,” akunya.

Diakuinya, sebenarnya sudah ada rumah pompa di Kelurahan Bandengan yang pernah dibuatkan oleh Pemkab Kendal. Tapi sejauh ini tidak pernah difungsikan, karena kondisinya sudah lama mangkrak dan rusak.  (bud/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya