alexametrics

Kendal Buka Layanan Darurat 112

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto meluncur layanan darurat 112. Layanan ini akan memudahkan masyarakat menyampaikan kejadian dan mendapatkan respon dan penanganan cepat.

Artinya, layanan 112 ini hanya untuk situasi gawat darurat saja. Seperti kejadian pencurian, perkelahian, atau tindak kejahatan yang membahayakan lainnya. Termasuk bencana, kebakaran, kebanjiran, tanah longsor atau bencana lainnya.

“Layanan  darurat 112 ini, seperti panggilan darurat 911 di luar negeri. Sehingga warga bisa melaporkan kejadian apapun yang ada di sekitar tempat tinggalnya.  Makanya, jangan dibuat main-main, karena banyak warga yang membutuhkan,” kata bupati.

Dico berharap, layanan darurat 112 dapat digunakan secara efektif dn efisien. Jangan dibuat iseng dan lain-lainnya. Karena kalau sering iseng, maka konsekuensinya nomor penelpon akan diblokir. Dan tidak lagi bisa mengakses layanan darurat 112.

Panggilan darurat 112 tersebut merupakan bagian dari program Kendal menuju Smart City. Saat ini 112 sudah bisa dihubungi melalui telepon seluler, melalui provider apa pun. Warga yang melapor agar dilayani dengan baik. “Selain itu langsung ditangani dan ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Layanan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan umum dengan cepat dan tepat. Layanan ini terhubung ke operator Diskominfo Kendal. Selain itu juga ada perwakilan di masing-masing layanan darurat. Seperti kepolisian, kejaksaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Layanan Pemadam Kebakaran. “Semua  tersentral dalam satu nomor,” tandasnya.

Layanan juga terhubung dengan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kendal. “Harapannya OPD bisa gabung di sini, sehingga bisa cepat dalam pengambilan keputusan dan solusi masyarakat,” tambahnya.

Ke depan layanan ini akan meneruskan laporan ke OPD-OPD terkait. Layanan 112 juga agar dapat memandu untuk melakukan tindakan tindakan yang perlu diambil sesuai dengan kondisi darurat yang dialami pelapor.“Cara ini diharapkan bisa mencegah kejadian yang lebih parah atau mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” tegasnya.

Bupati meminta petugas kedaruratan agar selalu standby di posko selama 24 jam secara bergantian. Layanan 112 tidak boleh kosong.  Khusus di masa pandemi, layanan ini juga bisa digunakan untuk melaporkan kerumunan warga agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. (bud/zal)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer