alexametrics

Ideologi Organisasi Jadi PR Pengurus NU

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KendalPengurus NU (Nahdlatul Ulama) dituntut meningkatkan ideologi organisasi. Sebab di antara Ormas Islam yang ada, NU memiliki indeks ideologi sangat rendah.

Bahkan cenderung indeks ideologi ini tidak dimiliki para pengurus. Baik di tingkat tanfidziah, gerakan pemuda Ansor maupun badan otonom (banom) lainnya di NU.

Rois Syuriah Pengurus Wilayah (PW) NU Jateng, Ubaidillah Shodaqoh mengatakan, dengan indeks ideologi rendah tentu menjadi persoalan.  Sebab NU ini memiliki basis massa atau jamaah terbesar di Indonesia.

Justru di NU, kader yang memiliki indeks ideologi tinggi adalah pada Barisan Ansor Serbaguna (Banser). “Mereka tidak dibayar, tapi siap berkorban untuk berjuang di NU dan membela kiai dan ulama NU,” katanya saat memberikan tausiah dalam pelantikan dan raker MWC NU Kaliwungu kemarin (4/4/2021).

Baca juga:  Dendam Politik, Mantan Kades di Kendal Nekat Curi Mobil Sampah

Bahkan secara jumlah, kader Banser sangat banyak. Tercatat lebih dari delapan juta personel. Angka tersebut melebihi jumlah personel yang dimiliki oleh TNI dan Polri. “Bahkan jika keduanya digabungkan, masih kalah banyak dengan personel Banser,” akunya.

Ideologi organisasi NU menjadi Pekerjaan Rumah bagi pengurus NU. Tingkatkan dengan Pendidikan Kader Penggerak (PKPNU). Ulama harus berada di depan sebagai pencerah ideologi NU. “Harus diberikan pemahaman tentang organisasi lain diluar NU,” katanya.

Peningkatan Ideologi ini menurutnya penting untuk menjaga tradisi dan ajaran NU yang selama ini ada di masyarakat. Terlebih dengan UU Omnibus Law yang telah disahkan. Menurutnya dengan UU tersebut nantinya pendidikan dari luar negeri bisa masuk ke Indonesia sebagai bagian dari investasi.

Baca juga:  SMK Bhakti Persada Buka Kelas Industri Game Animasi

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kaliwungu, KH Mohamad Abbas mengatakan, salah satu program kerja yang akan dilakukan NU Kaliwugu adalah peningkatan ideologi Ahli Sunnah Waljamaah. Yakni melalui Lembaga Dakwah (LD) NU dan Forum Bahtsul Masail.

“Kami akan adakan kajian-kajian ke-NU-an seperti kajian Kitab karya Imam Abu Hasan Al-Asy’ari, Imam Syafi’i  dan sebagainya. Selain itu membentengi masyarakat dari gerakan radikal dengan pengajian dan aksi sosial,” imbuhnya.  (bud/zal)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya