alexametrics

Hati-Hati Lur, Banyak Lubang di Jalur Pantura Kendal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Kondisi jalan pintura wilayah Kendal rusak parah. Kerusakan merata mulai dari batas timur di Kecamatan Kaliwungu hingga ujung barat Kendal, di Kecamatan Weleri. Kondisi tersebut akibat intensitas hujan tinggi selama dua bulan terakhir. Banyak aspal jalan mengelupas dan berlubang. Membuat pengendara tak nyaman.

Panatuan koran ini, lubang jalan merata di semua lajur. Baik arah menuju Kota Semarang maupun Batang. Sementara ruas jalan beton, relatif aman dan mulus. Lubang rata-rata berdiameter 20 sentimeter hingga satu meter. Dengan kedalaman 15-30 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat pengendara tidak nyaman. Tak sedikit yang jatuh akibat lubang jalan. Bahkan ada yang meninggal. Kendaraan juga kerap rusak, utamanya ban pecah dan pelek peok.

Seorang pengendara mobil, Eko Purwanto, warga Gemuh mengaku tidak ada pilihan lain menerobos jalan berlubang. Sebab, kondisinya merata. Sulit menghindar.  “Selain itu karena kecepatan tinggi antara 60-80 kilometer per jam, bahaya kalau mendadak menghindar,” katanya kemarin (21/2/2021).

Baca juga:  Bus vs Truk, Satu Tewas, Empat Luka-Luka

Akibat menerbas lubang, ia mengaku pelek mobilnya sampai rusak. Bahkan ban mobilnya pecah seketika. Kecelakaan itu dialaminya, saat ia melintas antara ruas di Desa Gondang-Tlahab, Kecamatan Gemuh. “Kondisi lubang daerah tersebut memang cukup parah. Selain lebar, lubangnya juga dalam,” akunya.

Satlantas Polres Kendal mencatat, selama dua bulan terakhir ada empat korban tewas akibat jalan berlubang. Semua pengendara roda dua. “Rata-rata korban karena menerabas lubang. Sehingga jatuh, kemudian dari belakang ada kendaraan berat dan menabrak,” kata Kanit Laka Lalulintas Polres Kendal, AKP Tribudi Hartoto.

Selain itu, lanjutnya, kecelakaan juga akibat menghindari jalan berlubang. Pengendara hilang keseimbangan, kemudian jatuh atau ditabrak kendaraan yang berada di belakangnya. Sedangkan kecelakaan kecil yang mengakibatkan kerugian material saja diakuinya hampir setiap hari terjadi. “Jumlahnya sudah tak terhitung, karena tidak masuk data. Sebab mereka rata-rata enggan untuk dimintai laporan,” paparnya.

Baca juga:  Siswa Dipantau mulai Masuk Kelas hingga Pulang Rumah

Pihak Polres, Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, DPUPR Kendal dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sudah berupaya melakukan penambalan. Tapi karena hujan tambalan aspal mengelupas kembali.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Tidak usah ngebut, sehingga kalau terperosok lubang, masih bisa mengendalikan kendaraan,” tambahnya.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengaku, terus berupaya melakukan penanganan sementara. Tambal sulam. “Penambalan ini sifatnya sementara, dengan tujuan agar tidak membahayakan para pengguna jalan,” katanya. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya