alexametrics

70 Desa Diterjang Banjir, 80 Rumah Rusak Akibat Longsor dan Puting Beliung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Hujan tiga hari berturut-turut Kendal dikepung bencana. Mulai banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan pohon tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat, ada 70 desa di 12 kecamatan diterjang banjir. Selain itu, 40 rumah warga rusak diterjang angin puting beliung dan 40 rumah terdampak longsor.

Banjir telah melumpuhkan aktivitas warga. Tidak hanya rumah, tapi juga sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan tempat peribadatan.  Banjir kali ini merupakan banjir terbesar sepanjang musim hujan tahun ini.

Kepala BPBD Kendal Sigit Sulistyo mengatakan, selain bencana banjir, juga terjadi longsor di lima lokasi. (lihat grafis). “Longsor di Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh menyebabkan satu rumah milik Mas’ud warga RT 2 RW 3 harus dirobohkan. Sebab sudah sangat berbahaya tetap dihuni oleh pemiliknya,” tandasnya.

Baca juga:  Wadahi Pecinta Merpati Balap, Berantas Perjudian

Tanah longsor di Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, diakibatkan tebing setinggi 10 meter dengan panjang  300 meter berada di Dusun Kemloko. Ada 20 rumah yang terdampak. Rusak parah.

Kepala Desa Mojoagung, Eling Trisnaningsih mengatakan, tanah longsor tebing bukit setinggi 10 meter itu terjadi tidak hanya sekali. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari ini membuat tebing terus longsor.

“Sebenarnya longsor terjadi sejak Kamis (4/2/2021) lalu. Kemudian Minggu (7/2/2021) malam. Banyak rongga tanah berisi saluran air, sehingga menyebabkan tanah ambles dan longsor. Tiga rumah mengalami kerusakan paling parah,” tandasnya.

Di Desa Mojoagung, lanjut Eling, selain bencana tanah longsor, juga terjadi pohon tumbang. Yakni di Dusun Kemloko. Rumah Darmani di RT 7 RW 2 tertimpa pohon besar.

Baca juga:  Mengaku Bisa Gandakan Uang, Tipu Korban dengan Uang Palsu

Selain itu juga terjadi bencana angin puting beliung yang menerjang puluhan rumah . di Kecamatan Kangkung dan Kecamatan Gemuh. Angin puting beliung telah memporak-porandakan 53 atap rumah warga. Selain itu juga menyebabkan sejumlah besar pohon tumbang.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sendangdawung, Budi Ristanto mengatakan, bencana angin puting beling menerjang dua desa yaitu Desa Sendangdawung dan Desa Truko. Di Desa Sendangdawung ada 38 rumah rusak.

“Rinciannya, 25 rumah ada di Dusun Sabeo, delapan rumah di Dusun Sendangdawung Wetan dan lima rumah di Dusun Dawung,  Meski kerusakan parah tapi tidak ada korban jiwa,” kata Budi Ristanto.

Bencana angin puting beliung juga menerjang Desa Truko, Kecamatan Gemuh. Tepatnya di Dusun Krajan RT 1, RW 1 dan Dusun Teguhan RT 1, RW 6.  Peristiwa ini menyebabkan 15 atap rumah warga rusak dan satu unit mobil milik warga rusak akibat terkena lemparan pintu gudang yang lepas. Listrik setempat pun padam.

Baca juga:  Warga Kebonadem Dikepung Banjir Bercampur Sampah

Amrullah, 50, warga Dusun Sabeo, Sendangdawung mengaku, terjangan angin puting beliung terjadi pada malam hari saat warga terlelap. ” Akibat peristiwa ini, banyak genteng rumah warga berhamburan,” katanya.

Hujan disertai angin kencang juga menyebabkan satu rumah roboh di  RT 02 RW 01 Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, milik Jambari.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Dapur umum hanya ada di beberapa lokasi. “Kami tidak mendirikan dapur umum, karena sudah ditangani sendiri oleh pihak desa setempat. Kami hanya memberikan bantuan logistik sesuai kebutuhan,” katanya. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya