alexametrics

Dico Kawal Proyek Strategis Rp 500 Triliun di KendalDico Kawal Proyek Strategis Rp 500 Triliun di Kendal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Dico Mahtado Ganinduto menjadi menjadi salah satu kader termuda dari Partai Golongan Karya (Golkar) yang berhasil memenangkan Pilkada serentak 2020. Dico, 2020 ini masih berusia 30 tahun.

Namun usia muda, menurut pria kelahiran 19 Februari 1990 itu bukanlah penghalang dan persoalan besar. Meski banyak anggapan kalangan anak muda dianggap kurang memiliki cukup pengalaman. Tapi bagi Dico, muda justru sebuah energi dan semangat untuk bekerja lebih keras.

Bahkan, suami dari artis Chacha Frederica sudah memiliki rencana besar yang akan dikerjakannya selama lima tahun memimpin Kendal.  Yakni untuk menjadikan Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata.

Kendal, menurutnya menjadi salah satu daerah yang  menjadi sorotan pemerintah pusat. Sebab Kendal merupakan salah satu daerah yang memiliki Proyek Strategis Nasional (PSN). Bahkan di 2021 PSN di Kendal akan segera dimulai.

PSN di Kendal diantaranya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Bendungan Waduk Bodri, Kawasan Industri Baja dan Pelabuhan Niaga Internasional. Bahkan di 2021 atau tahun pertama telah dianggarkan sebesar Rp 500 triliun. Anggaran tersebut berasal dari APBN sebesar Rp 250 triliun dan sisanya Rp 250 triliun dari pihak swasta. Dengan adanya PSN ini Ia akan pastikan lapangan kerja terbuka bagi masyarakat Kendal.

Baca juga:  Sempat Mengeluh Sakit di Sekujur Tubuh, Nelayan Tewas di Atas Branjang 

Ia menurutnya proyek monumental di Kendal yang harus disambut secara cepat. Tapi dalam waktu dekat untuk memulai itu semua, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kendal. Yakni untuk mengkomunikasikan dan menyinkronkan dengan visi dan misinya selama menjabat bupati.

Pihaknya juga ingin menata OPD yang ada. Yakni dengan berorientasi pada tanggung jawab dan keahlian. Artinya mereka yang menempati kedudukan pelaksana kebijakan dan memiliki anggaran harus orang yang tepat. “Yakni disesuaikan dengan keahlian dan pendidikannya,” tuturnya.

Dico mengaku, di 2021 ini pihaknya belum bisa berbuat banyak. Karena plot anggaran di tiap-tiap OPD pada APBD 2021 sudah dibahas di periode sebelum dirinya menjabat. Termasuk melaksanakan rencana anggaran Rp 100-300 juta per dusun per tahun.

Dijelaskannya jika di Kendal dari 286 desa dan kelurahan, total ada 1.137 dusun. Jika per dusun mendapatkan anggaran  Rp 100 juta, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 113 miliar. “Anggaran tersebut belum ada lima persen dari total APBD Kendal di 2020. Sebab di 2020 ini APBD Rp 2,24 triliun,” katanya.

Baca juga:  Lima Bulan Tak Digaji, Perangkat Desa Plataran Wadul Bupati

Maka di tahun pertama, ia akan menyiapkan payung hukumnya. Yakni dengan berkomunikasi dengan OPD dan DPRD Kendal. Sehingga anggaran dusun itu nantinya tidak menjadi permasalahan hukum.

Dengan adanya tambahan anggaran ini, tentu akan mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Sebab masyarakat dusun bisa menggunakannya untuk percepatan infrastruktur jalan, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. “Kami hanya merubah kebijakan dari sektoral menjadi teritorial,” akunya.

Chacha Siap Jadi Brand Ambassador UMKM Kendal

Bupati Kendal terpilih Dico Mahtado Ganinduto akan mensuport penuh UMKM di Kendal. Malah istrinya, Chacha Frederica mengaku siap menjadi brand ambassador (duta merek) dari seluruh produk UMKM di Kendal. “Chacha siap jadi brand ambassador produk UMKM Kendal dan itu gratis,” akunya.

Chacha juga akan mengajak teman-teman artisnya untuk datang ke Kendal dan ikut mempromosikan produk-produk UMKM warga Kendal. “Semoga UMKM Kendal akan semakin dikenal sampai nasional, bahkan internasional,” paparnya.

Perihal perbaikan kesehatan, diakuinya jika di Kendal ini masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Terutama bagi warga pra-sejahtera atau keluarga miskin.

Baca juga:  Tak Bermasker, Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Alasannya pertama adalah urusan finansial. Seperti Biaya rumah sakit atau pengobatan mahal, tidak memiliki cukup biaya dan sebagainya. “Makanya target saya, kalau bisa semua warga miskin harus tercover BPJS Kesehatan,” tandasnya.

Sedangkan pada sektor pendidikan, jika tingkat pendidikan di Kendal saat ini masih sangat rendah. warga Kendal rata-rata lama pendidikannya adalah 7,25 tahun. Atau sekitar kelas 2 SMP saja.

Padahal pemerintah sudah menerapkan wajib belajar (wajar) 9 tahun atau minimal SMP. Malah pemerintah pusat saat ini sedang menyiapkan Wajar 12 tahun alias sampai SMA/SMK. Makanya, wajar 9 tahun harus diselesaikan. Caranya yakni dengan dikawal melalui  pemerintah tingkatan terendah di desa yakni RT. Dimana semua RT wajib mendata semua warganya berikut tingkat pendidikannya.

Warga yang pendidikannya hanya sampai SD sederajat, akan disekolahkan pemerintah jika umurnya masih mencukupi. Jika tidak, maka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan persamaan atau kejar paket B. “Sehingga pendidikan Kendal nantinya ini bisa mengikuti Wajar 12 tahun,” jelasnya. (bud/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya