alexametrics

Dico akan Perbaiki SDM lewat Pendidikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal—Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda sebagai generasi penerus akan menjadi fokus Calon Bupati (Cabup) Dico Mahtado Ganinduto. Caranya dengan memperbaiki kualitas pendidikan dan tenaga pendidik.

Menurut cabup nomor urut 1 itu, pendidikan merupakan ujung tombak perbaikan kualitas hidup masyarakat. Sehingga peningkatan pendidikan menjadi keharusan untuk diubah.

Dico mengatakan, tingkat pendidikan di Kendal saat ini masih sangat rendah. Dari hasil riset, warga Kendal rata-rata lama pendidikannya 7,25 tahun. atau sekitar kelas 2 SMP saja. “Kendal ini pendidikannya masih kalah dengan kabupaten tetangga,” tuturnya.

Dengan lamanya tingkat pendidikan, artinya Kendal belum bisa menyelesaikan wajib belajar (wajar) sembilan tahun. Rata-rata warga Kendal hanya lulusan SD atau SMP tapi tidak lulus. “Ini menjadi persoalan serius. Sebab artinya di Kendal ini banyak anak yang putus sekolah,” tuturnya.

Baca juga:  PPP-Demokrat Merapat ke Fadia-Riswadi

Padahal pemerintah pusat sedang menyiapkan Wajar 12 tahun alias sampai SMA/SMK. Jika hal ini tidak dicarikan solusi, maka Kendal akan menjadi daerah yang tertinggal. “Adanya Kawasan Industri Kendal (KIK) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), warga Kendal akan kalah bersaing nantinya,” tandasnya.

Makanya, wajar 9 tahun harus diselesaikan. Harus dikawal mulai dari pemerintah tingkatan terendah di desa yakni RT. Di mana semua RT wajib mendata semua warganya, berikut tingkat pendidikannya.

Warga yang pendidikannya hanya sampai SD sederajat, akan disekolahkan pemerintah jika umurnya masih mencukupi. Jika tidak, maka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan persamaan atau kejar paket B. “Sehingga pendidikan Kendal ini bisa mengikuti Wajar 12 tahun,” jelasnya.

Baca juga:  Dico akan Kembalikan Marwah Persik Kendal

Tidak hanya pendidikannya saja, menurutnya kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik harus diperhatikan. Terutama guru-guru honorer yang selama ini telah lama mengabdi. “Guru-guru honorer di Kendal ini gajinya kecil, bahkan lebih rendah dengan kabupaten tetangga yang APBD-nya lebih rendah,”  ujarnya.

Kesejahteraan guru akan diperhatikan sehingga guru-guru memiliki semangat untuk memperbaiki kualitas pendidikannya. “Dengan pemberian tunjangan kegiatan, pemberian diklat sehingga guru-guru juga meningkat kualitas dan kesejahteraan,” tandasnya. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya