alexametrics

Bawaslu Kendal Telusuri Rekaman Suara ‘Coret Bantuan’

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, KendalBawaslu Kendal tengah menyelidiki rekaman suara kampanye yang berisi propaganda intimidasi kepada pemilih. Di mana pemilih diwajibkan memilih paslon nomor urut tiga (Tino Indra Wardono-Mukhammad Mustamsikin). Jika tidak maka akan dicoret dari daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Dalam rekaman suara berdurasi 6 menit lebih 45 detik itu mirip sekali dengan suara calon bupati (Cabup) Tino. Di mana isinya rekaman itu, warga penerima Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) diwajibkan memilih paslon nomor tiga. Jika tidak, maka nantinya akan dicoret dari daftar penerima bantuan sosial pemerintah.

Selain membawa nama Presiden Jokowi, suara rekaman yang mirip dengan suara Tino itu juga mencatut nama Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara. Yakni soal program Bantuan Sosial Tunai (BST). Bantuan BST tersebut akan terus dikucurkan asalkan cabup dari PDIP menang.

Rekaman suara itu dalam waktu sekejap banyak beredar di grup-grup media sosial. Sehingga membuat viral.

Bawaslu Kendal saat ini sudah menerima laporan terkait rekaman suara tersebut. Dan sedang melakukan pengusutan dan penelusuran. “Kami sudah menerima laporan dari warga terkait rekaman tersebut. Sudah ditindak lanjuti namun masih menunggu kelengkapan berkas laporan,” ujar Komisioner Bawaslu Firman Teguh Sudibyo.

Dikatakannya, jika berkas laporan tidak juga dilengkapi, maka Bawaslu tetap akan melakukan penelusuran dan penyelidikan. “Kami harapkan lengkap, karena itu akan mempermudah kami. Jika tidak lengkap datanya seperti waktu kejadian dan tempat kejadiannya, kami kesulitan,” imbuh Firman.

Bawaslu akan berkoordinasi dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Kendal 2020. Yakni untuk menelusuri rekaman suara yang diduga cabup nomor urut tiga.

“Ini hanya suara saja jadi kesulitan untuk membuktikannya, berbeda jika ada video atau foto akan jelas,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Cabup Tino Indra Wardono membantah. Menurutnya ia selama berkampanye tidak pernah memberikan intimidasi kepada siapa pun. “Kalau memang saya, silahkan dibuktikan kapan dan di mana,”  tuturnya.

Menurutnya isi rekaman itu hoaks, sebab ia tidak pernah menyampaikan hal demikian didepan umum. “Mungkin kalau evaluasi internal kinerja tim pemenangan mungkin pernah,” kilahnya.

Perihal rekaman tersebut Tino merasa tidak dirugikan. “Waktu tinggal dua pekan lagi, sekarang kami fokus turun ke bawah mencari simpati masyarakat,” tandasnya. (bud/zal)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...