alexametrics

Tambahan Anggaran Dusun Bukan Isapan Jempol

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kendal 2020 Dico Mahtado Ganinduto- Windu Suko Basuki memastikan program kampanye berupa tambahan anggaran Rp 100-300 juta per tahun per dusun bukanlah isapan jempol. Tapi betul-betul akan direalisasikannya jika nantinya terpilih.

Cabup Dico Mahtado Ganinduto mengaku akan betul-betul merealisasikan program tersebut dalam waktu singkat. Sebab menurutnya bukan hal sulit, melainkan hal mudah.

Dijelaskannya, di Kendal dari 286 desa dan kelurahan, total ada 1.137 dusun. Jika per dusun mendapatkan anggaran Rp 100 juta, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 113 miliar. “Anggaran tersebut belum ada lima persen dari total APBD Kendal di 2020. Sebab di 2020 ini APBD Rp 2,24 triliun,” katanya.

Baca juga:  Tenaga Kesehatan Digelontor Insentif Rp 2,9 M

Untuk mewujudkannya, jika terpilih, hal pertama yang akan dilakukannya adalah menyiapkan payung hukumnya. Sehingga anggaran itu bisa sampai ke tingkat dusun melalui usulan-usulan yang telah disetujui di tingkat desa. Dengan adanya tambahan anggaran ini, tentu akan mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Sebab masyarakat dusun bisa menggunakannya untuk percepatan infrastruktur jalan, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Menurutnya, untuk Kendal bisa maju pembangunannya dan sejahtera rakyatnya, maka harus bisa merumuskan kebijakan berbasis kewilayahan. Yakni dengan fokus pada wilayah tingkat terkecil. “Dalam hal ini dusun atau dukuh di bawah pemerintah Desa,” katanya.

Hal senada dikatakan Cawabup Windu Suko Basuki. Diakuinya, jika anggaran tersebut Rp 113 miliar malah kurang dari lima persen total APBD Kendal. Bahkan jika setiap dusun di Kendal diberikan anggaran sampai Rp 200 juta per tahun baru Rp 226 miliar. “Belum ada 10 persen, jadi saya kira kami akan mampu mewujudkannya,” tandasnya.

Baca juga:  Pembangunan Bendungan Bodri Digelontor Rp 1,3 Triliun

Menurutnya program tambahan anggaran Rp 100-300 juta per dusun per tahun sejalan dengan program Nawacita Presiden RI Joko Widodo. Yakni mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.  “Pembangunan itu harus dimulai dari desa pinggiran. Dan kami memilih pembangunan dari lingkup lebih kecil lagi, yakni dusun,” tambahnya. (bud/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya