alexametrics

Pasar Weleri Kebakaran, 264 kios dan 1.570 los Ludes

Baca Lainnya

Cabup Dico: Sampah Bisa Jadi PAD Kendal

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Calon Bupati Kendal 2020, Dico Mahtado Ganinduto membuat gebrakan baru. Yakni menjadikan pengelolaan sampah sebagai tambahan...

Tambahan Anggaran Dusun Bukan Isapan Jempol

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kendal 2020 Dico Mahtado Ganinduto- Windu Suko Basuki memastikan...

Yuniasih, Kepala Sekolah Spesialis Adiwiyata Raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020

RADARSEMARANG.ID, Kendal —Ketekunan berbuah keberhasilan. Setidaknya itulah yang tergambar dari sosok Yuniasih, SPd, MPd, Kepala SMA Negeri 1 Kendal...

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sebanyak 264 kios dan 1.570 los di Pasar Weleri, Kendal, ludes dilalap si jago merah, Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 20.30. Belum diketahui penyebabnya. Tapi akibat kebakaran, kerugian mencapai miliaran rupiah. Kali pertama api berasal dari lantai dua pasar yang terletak di Jalan Weleri Raya Kendal itu. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 pagi. Meski berhasil dipadamkan, Jumat (13/11/2020) kemarin, api kembali menyala. Tapi segera bisa dipadamkan oleh tim damkar.

Kebakaran pasar yang diresmikan pada 1996 itu kali pertama diketahui oleh petugas satpam kantor PLN tepat di sebelah timur pasar sekitar pukul 20.30.  Saksi kemudian melapor ke Polsek Weleri dan diteruskan ke petugas Pemadam Kebakaran (damkar) Kabupaten Kendal. Mereka dengan cepat mengirim tujuh unit mobil damkar. Bahan-bahan yang mudah terbakar ditambah tiupan angin membuat kobaran api semakin besar. Petugas pemadam kebakaran sempat kuwalahan, sehingga meminta bantuan mobil damkar daerah lain.

Dua unit mobil damkar dari Batang dan tiga unit dari Semarang didatangkan. Pasukan damkar berjibaku dan keluar masuk lokasi mengambil air. Api yang sulit dipadamkan membakar seisi pasar, terutama bagian tengah. Selain api yang membumbung tinggi, juga terdengar dentuman keras. Dentuman diperkirakan berasal dari ledakan tabung gas elpiji milik warung makan di beberapa sudut pasar.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kendal Toni Ari Wibowo mengatakan, api sulit dipadamkan karena kobaran api sangat besar. Sulitnya suplai air juga menjadi kendala. “Tekanan hidrant sangat lemah dan tidak bisa naik ke mobil damkar, sehingga harus mengambil air dari sungai. Perjalanan mobil damkar juga terhambat oleh banyaknya orang yang menonton dan para pedagang yang berusaha menyelamatkan barang-barangnya,” keluh Toni kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Petugas damkar berjibaku tanpa istirahat. Api baru berhasil dijinakkan keesokan harinya sekitar pukul 05.00. “Meskipun api berhasil dijinakkan tapi kami masih melakukan pendinginan karena dibeberapa titik masih mengeluarkan api,” lanjutnya.

Kerusakan parah terlihat hampir di semua sudut pasar. Hanya bagian depan sebelah selatan yang tersisa sebagian. Ketika api berhasil dijinakkan, terlihat tumpukan barang dagangan yang hangus. Begitu juga puing-puing, serta baja kerangka yang berserakan. Nyaris semua kios tidak bisa diselamatkan.  Banyak pemilik kios dan los yang menangis histeris. Kobaran api yang menyelimuti seluruh area pasar membuat pedagang tidak bisa masuk menyelamatkan barang dagangannya. Hanya pemilik kios di lantai bawah yang bisa mengambil barangnya. Itupun hanya sedikit.

Ponirah, 68, yang sudah berjualan kue kering sejak pasar diresmikan hanya bisa pasrah. Kios beserta isinya musnah. Padahal Ponirah baru saja kulakan hingga Rp 25 juta. Hal sama juga dialami Ratmi, 48, yang dua kios kelontongnya tidak bisa diselamatkan.

Seorang pedagang kelontong di sayap utara pasar mengaku uang tunai Rp 20 juta yang disimpan di laci kiosnya ikut ludes terbakar. “Uangnya sudah jadi abu,” ucap pedagang yang enggan ditulis namanya itu sedih.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal Yanuar Faton mengatakan, ratusan kios yang terbakar terdiri atas 56 kios di lantai dua, 164 kios di lantai satu, dan 16 kios di bawah tangga. Sedangkan, ribuan los yang terbakar terdiri atas 906 los di lantai dua dan 664 los di lantai satu. “Semuanya ludes terbakar. Polisi juga sudah memasang police line,” katanya.

Pihaknya saat ini bersiap untuk membangun pasar darurat untuk menampung pedagang yang lapak atau kiosnya terbakar. Tujuannya agar mereka tetap bisa berjualan.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa lokasi alternatif, tetapi masih akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Kami siapkan pasar darurat. Ada beberapa lokasi alternatif. Namun menunggu pembahasan bersama TAPD,” jelasnya.

Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kapolsek Weleri AKP Miyardi mengatakan, pihaknya belum bisa menduga penyebab kebakaran. Dia masih menunggu hasil penyelidikan terkait musibah tersebut. “Kami menunggu Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara. Pasar sementara kami tutup karena sedang proses pendinginan,” kata dia.

Dijelaskan, titik api berawal dari bagian kios di bagian timur utara lantai dua. Api dengan cepat merembet ke seluruh area pasar. Semua kios di lantai dua tidak bisa diselamatkan. “Banyak toko pakaian dan kelontong di dalam pasar. Material kain dan plastik menyebabkan nyala api tidak terkendali dan sulit dipadamkan. Kami belum bisa menyimpulkan asal api dan jumlah kerugian. Tunggu hasil penyidikan tim Labfor Polda Jateng,” tegasmya.

Dari pengamatan lapangan, kebakaran menyebabkan 75 persen bangunan pasar ludes.  Jumat siang kemarin, masih banyak pedagang yang mengamankan barang dagangan mereka yang bisa diselamatkan. Namun tak sedikit juga yang meratapi lapak dan kios mereka hangus terbakar. Ada yang menangis histeris.

“Ini mau dibawa pulang, tapi tidak tahu nanti akan berjualan di mana. Yang penting barang dagangan aman. Tidak terbakar atau takut nanti dijarah orang,” ujar Rosidi, salah satu pedagang.

Kepulan asap kembali muncul di Pasar Weleri pada Jumat (13/11) siang. Tingginya asap membuat pedagang yang tengah mengamankan barang panik. Para pedagang pun mempercepat proses evakuasi barang karena khawatir api semakin membesar, sehingga tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya.  Petugas damkar kembali disibukkan melakukan penyemprotan lokasi kebakaran.  Tampak dua mobil pemadam kebakaran bolak balik mengambil air dari sumber terdekat untuk memadamkan api.  (yan/bud/aro/bas)

Tinggalkan Balasan

Lainnya

Cabup Dico: Sampah Bisa Jadi PAD Kendal

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Calon Bupati Kendal 2020, Dico Mahtado Ganinduto membuat gebrakan baru. Yakni menjadikan pengelolaan sampah sebagai tambahan...

Tambahan Anggaran Dusun Bukan Isapan Jempol

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kendal 2020 Dico Mahtado Ganinduto- Windu Suko Basuki memastikan...

Yuniasih, Kepala Sekolah Spesialis Adiwiyata Raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020

RADARSEMARANG.ID, Kendal —Ketekunan berbuah keberhasilan. Setidaknya itulah yang tergambar dari sosok Yuniasih, SPd, MPd, Kepala SMA Negeri 1 Kendal...

Bapak dan Anak yang Terseret Banjir Bandang Boja Ditemukan Meninggal

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua pengendara motor yang hanyut terseret banjir bandang saat melintas...

Sri Kurnia Penghuni Baru Pantai Cahaya

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pantai Cahaya yang dikelola PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) mendapat keluarga baru. Yakni Sri Kurnia. Seekor...

Dico Lebih Menguasai Materi Debat Publik

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Dico Mahtado Ganinduto tampak lebih menguasai materi dalam Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati...

Terbaru

Pasar Bulu dan Pasar Banjardowo Jadi Tempat Tinggal

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Puluhan lapak di dua pasar, yakni Pasar Bulu dan Pasar Banjardowo Kota Semarang ditertibkan oleh petugas...

Terkendala Regulasi, Tak Bisa Serta Merta Jatuhkan Sanksi

RADARSEMARANG.ID, Penyebaran Covid-19 di Kota Magelang terus mengalami peningkatan. Berbagai langkah pencegahan dan tindakan sudah dipersiapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meninggi. Berikut bincang-bincang...

Nissa Alamadina, Rintis Usaha saat Pandemi

RADARSEMARANG.ID, Merintis usaha di tengah pandemi Covid-19 tentu bukan hal yang mudah. Apalagi banyak usaha yang gulung tikar di saat pagebluk ini. Namun hal...

Hilangkan Jenuh, para Relawan Mendongeng

RADARSEMARANG.ID,Relawan di lokasi pengungsian Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, mengisi kegiatan trauma healing dengan cara mendongeng. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak kembali ceria serta...

Suami Kedanan Burung, Istri Dilupakan

RADARSEMARANG.ID, Tak selamanya hobi membawa kesenangan. Nyatanya Lady Sandi dan John Dori berpisah. Penyebabnya, karena John sibuk dengan hobinya memelihara burung hingga lupa diri....

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Tersangka Sempat Bermesraan di Kamar Kos

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Motif pembunuhan Emy Listiyani (EL), 26, warga Ngabean, Kelurahan/Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang akhirnya terungkap. Emy dibunuh hanya gara-gara menagih utang Rp...

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota...

Random

Cara Efektif Penyampaian Informasi Covid-19 melalui Penugasan Poster

RADARSEMARANG.ID, ADANYA Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus corona. Surat edaran...

Masih Butuh 10 Tahun Lagi, Smart City Terealisasi

RADARSEMARANG.ID, Sebelum membangun smart city, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo terus mengembangkan kota cerdas dan berintegritas. Diawali dengan membangun kesepahaman para Aparatur Sipil Negara (ASN)....

Ganjar Dorong Penerbangan Internasional Jateng Diperbanyak

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Penerbangan langsung dengan rute Semarang-Jeddah di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang resmi diluncurkan. Hal itu menyusul terbangnya pesawat Citilink dari Semarang menuju Jeddah,...

Batalkan Demo, Komunitas Mitra Roda Empat Capai Kesepakatan dengan Gojek

JAkARTA, RADARSEMARANG.ID-VP Corporate Affairs Gojek, Michael Say menghargai pembatalan demo oleh perwakilan Komunitas Mitra Roda Empat yang hadir di Kantor Pusat Gojek. Disampaikan Michael,...

Hanya Kebagian Lingkungan Rusak

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO - Besarnya pengelolaan tambang galian C ternyata tidak memberi dampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo hanya menerima kerusakan...
%d blogger menyukai ini: