alexametrics

Dico akan Jadikan Kendal Pusat Industri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Mengusung visi Kendal Handal: Unggul, Makmur dan Berkeadilan Calon Bupati (Cabup) Dico M Ganinduto akan menjadikan Kendal sebagai pusat Industrialisasi dan Pariwisata di Jateng.

Menurutnya Kendal sebagai pusat industrialisasi bukanlah hal sulit. Sebab Kendal sudah memiliki Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menjadi proyek strategis nasional (PSN).

Tinggal keduanya dimaksimalkan dengan kemudahan perizinan. Yakni perizinan yang cepat, tidak berbelit-belit dan adanya keterbukaan.

Dico menilai, KIK dan KEK selama ini dinilai belum maksimal. Sebab sudah hampir lima tahun, tapi masih sedikit perusahaan yang berdiri di KIK. “Salah satu penyebabnya adalah rumitnya izin usaha di Kendal,” katanya kemarin.

Baca juga:  Tri Antoro Pimpin Asdeksi Jateng

Dengan kemudahan dan percepatan proses izin usaha, menurutnya investor akan banyak yang masuk ke Kendal. Dengan begitu, maka Kendal sebagai pusat industri bisa segera terealisasi.

“Akan banyak perusahaan di KIK maupun KEK, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran. Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh lapangan pekerjaan di perusahan-perusahaan di kawasan industri tersebut,” jelasnya.

Selain kemudahan izin, menurutnya juga butuh akses jaringan dengan para investor. Dengan pengalamannya menggeluti dunia usaha selama ini, serta jaringan ke pengusaha-pengusaha nasional dan internasional, Dico meyakinkan dapat menyelesaikan dengan cepat proses industrialisasi di Kendal.

Selain penguatan industri besar, pihaknya juga akan mendorong industri-industri kecil. Sebab di Kendal ini banyak sekali produk yang home industri yang bisa dipasarkan sampai internasional.

Baca juga:  Warga Tuntut Kades Gebang Mundur

Sayangnya, selama ini mereka tidak didorong dengan diberikan pengetahuan, pendampingan dan kemudahan akses untuk memasarkan produknya sampai menjadi produk ekspor. Mulai dari kemasan, pelabelan, cara mengekspor dan memasok barang kepada buyer dari luar negeri.

Hal ini penting, sehingga pelaku UMKM maupun home industri ini, mengerti kriteria produk yang dibutuhkan oleh buyer dari luar negeri. (bud/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya