alexametrics

Tarik Investor dengan Permudah Perizinan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kemudahan izin usaha harus dilakukan sebagai daya tarik investor masuk Kendal. Sehingga keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa cepat terselesaikan.

Demikian dikatakan Calon Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto. Menurutnya, perizinan di Kendal saat ini memang sudah dipermudah, tapi masih terkesan birokrasi. Di mana terlalu ribet karena hierarki dan lama.

Hal tersebut menurut cabup yang berpasangan dengan Windu Suko Basuki itu, membuat investor yang akan masuk ke Kendal tidak nyaman. Sebab tidak mendapatkan kepastian untuk menanamkan modal dan membuka usahanya di Kendal.

“Maka ke depan, jika kami mendapatkan amanah untuk memimpin Kendal, kami akan permudah izin usaha. Sehingga investor banyak yang masuk ke Kendal. KIK dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah ditetapkan pemerintah pusat bisa segera banyak berdiri perusahaan dan pabrik,”  katanya kemarin (3/11/2020).

Baca juga:  Gerakan Satu Gelas Beras, Cara Ojol Bantu Pekerja Harian Lainnya

Ia juga akan melakukan komunikasi dengan para investor. Meyakinkan mereka agar mau membuka usahanya di Kendal. “Kendalanya saat ini, para investor itu tidak nyaman datang ke Kendal. Alasanya karena izin masih sulit dan terlalu birokratis,” tuturnya.

Dico menegaskan, kemudahan izin harus diimbangi dengan perysarakatan yang komplit. “Permudah dalam arti perizinan bisa dipersingkat waktunya, jadi calon investor mendapatkan kepastian,” jelasnya.

Selain itu, kemudahan perizinan memiliki syarat yang tidak bisa ditinggalkan. Di mana setiap perusahaan atau pabrik yang berdiri di Kendal wajib mempekerjakan warga asli Kendal. Tujuannya agar pengangguran di Kendal ini bisa berkurang. “Sehingga warga Kendal bisa sejahtera,” imbuhnya.

Namun target utamanya dalam hal industri adalah bisa menyelesaikan KIK dan KEK. Sehingga bisa segera beroperasi dan banyak perusahaan yang berdiri dan beroperasi. Karena sudah lima tahun, KIK ini perkembangannya lamban. Baru berdiri beberapa pabrik saja. (bud/zal/bas)

Baca juga:  Pelantikan Dewan Tunggu Instruksi Gubernur

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya