alexametrics

16 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana, Ini Daftarnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal telah memetakan daerah rawan bencana selama musim penghujan nanti. Ada 16 kecamatan yang rawan bencana. Catatan tersebut berdasar peristiwa bencana tahun lalu. Tanah longsor di tujuh kecamatan. Puting beliung di lima kecamatan, dan banjir bandang di lima kecamatan. (lihat grafis).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal Sigit Sulistyo mengatakan, sesuai data dari . Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, musim penghujan tahun ini terjadi pada November.

“Makanya, Oktober ini mulai turun hujan sebagai masim peralihan. Intensitas hujan baik dari segi ketinggian air maupun waktunya, sudah mulai meningkat,” ujarnya.

Sedangkan puncak musim penghujan di Kendal diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2021. Hal inilah yang harus diwaspadai masyarakat mulai sekarang. Sebab pada puncak penghujan tiga bencana yang perlu diwaspadai adalah tanah longsor, banjir dan puting beliung.

Baca juga:  Bupati Dico Keluhkan Kinerja Disdag dan Disporapar

“Untuk mengantisipasi bencana itu, kami sudah mengirimkan surat edaran kepada para camat untuk mengantisipasi. Kami berharap agar camat menyosialisasikannya ke desa-desa. Dari desa bisa diteruskan ke RW dan RT setempat,” harapnya.

Hal ini penting, agar warga melakukan antisipasi bencana. Seperti melakukan kerja bakti membersihkan saluran. Sedangkan untuk daerah yang rawan bencana puting beliung agar menebang ranting-ranting pohon.

Sigit menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan seperti membentuk satgas penanggulangan bencana, organisasi relawan, organisasi perangkat daerah dan relawan, hingga pembentukan desa tangguh bencana di lima lokasi. Yakni Kebondalem, Tlogopayung, Cening, Lanji, dan Ngesrepbalong.

“Kami juga mempersiapkan peralatan seperti gergaji beton, besi, dan kayu, tujuh perahu karet, termasuk logistik bagi korban bencana alam. Bencana alam memang tidak bisa diprediksi. Namun, warga agar bisa mengantisipasi dan melakukan penanganan pascabencana,” imbuhnya. (bud/zal/bas)

Baca juga:  Tak Punya BPJS, Daftar Berobat di Puskesmas Bayar Rp 10 Ribu

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya