alexametrics

RSUD Kendal Minim Dokter Spesialis

Menarik

Pelabuhan Dangkal, Keberangkatan Kapal Tunggu Air Pasang

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Kondisi Pelabuhan Kendal kian memprihatinkan. Pasalnya kondisi perairan di dermaga kapal kian dangkal. Akibatnya kapal kesulitan...

Media Ikut Awasi Pelanggaran Kampanye

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Bawaslu mengajak media massa untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kendal 2020. Sehingga bisa...

Trans Jateng Rute KIK Resmi Beroperasi

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Bus Trans Jateng koridor III rute Semarang-Kawasan Industri Kendal (KIK) resmi beroperasi. Sebelumnya, koridor III hanya melayani...

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Formasi dokter spesialis negeri (PNS) di rumah sakit umum daerah (RSUD) kurang diminati. Pasalnya menjadi dokter spesialis berstatus pegawai negeri dianggap kurang menjanjikan

“Karena kebanyakan dokter spesialis itu akan lebih banyak dibutuhkan di kota-kota besar. Sehingga kalaupun para dokter spesialis ini menjadi pegawai negeri akan memilih di kota-kota besar, seperti Kota Semarang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal Ferinando Rad Bonay kemarin (20/9/2020).

Alasan memilih kota-kota besar, lantaran di daerah sangat minim pasien. Sehingga kurang bisa mengamalkan ilmu yang sudah didapatnya susah payah.

Hal itu terjadi di RSUD Kendal, di mana hampir beberapa tahun ini pembukaan formasi CPNS dokter spesialis tidak ada pendaftar. “Semacam ada asumsi dokter spesialis PNS itu gajinya minim,” tuturnya.

Makanya para dokter spesialis ini lebih memilih bekerja di RS swasta besar dan di kota-kota besar. Sehingga rata-rata RSUD di semua daerah hampir kekurangan dokter spesialis.

Hal ini juga terjadi di RSUD dr Soewondo Kendal. Padahal keberadaan dokter spesialis bisa meningkatkan kelas RS tersebut. “Yang banyak itu dokter spesialis anak dan kandungan. Untuk spesialis lain itu minim sekali. Terlebih di puskesmas,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Feri, beberapa daerah setiap kali ada formasi CPNS dokter spesialis selalu memberikan promosi besar. Seperti kemudahan akses, penyediaan rumah tempat tinggal dan kendaraan dinas khusus. “Saking inginnya agar ada dokter spesialis yang mendaftar dan ikut tes,” akunya.

Di Kendal, masih dokter spesialis. Yang ada, rata-rata dari dokter umum PNS. Mereka kemudian di sekolahkan atau diikutkan pendidikan untuk menjadi dokter spesialis.

Kepala BKPP Kendal Cicik Sulastri mengatakan, dari hasil pelaksanaan seleksi CPNS, 18 formasi tenaga kesehatan tidak terisi karena tidak ada yang mendaftar.

Terdiri dari tujuh formasi dokter spesialis, dua formasi dokter sub spesialis. Selain itu sanitarian satu formasi dan sisanya rekam medik sebanyak delapan formasi. “Dokter spesialis memang kurang banyak dan tidak ada pendaftar,” katanya. (bud/zal/bas)

 

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Belajar Kimia dengan Menggunakan Jembatan Keledai

RADARSEMARANG.ID, KIMIA adalah mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa.Karena ilmu kimia bersifat abstrak dan banyak hafalan.Masalah pokok yang sering dihadapi dalam pembelajaran kimia...

Kuis Musik Tingkatkan Pemalahan Pembelajaran Tanda Tempo Lagu

RADARSEMARANG.ID, Musik tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Musik yang kita sukai dapat meningkatkan fokus, sementara musik yang tidak kita suka akan menghalangi konsentrasi....

Peran Guru BK dalam Masa Pandemi Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Covid 19 saat ini menjadi pandemi yang serius di seluruh penjuru dunia. Pencegahan meluasnya virus corona kini telah menjadi prioritas utama di berbagai...

Mudah Pahami Hitung Campuran dengan Metode Drill

  Oleh: Surahmat,S.S Pembelajaran matematika perlu diajarkan dengan cara tepat dan melibatkan siswa secara aktif agar  memahami konsep dasar matematika yang  berguna untuk jenjang sekolah...

Terbaru

Perketat Prokes, Panti Wreda Batasi Kontak Keluarga

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Panti Wreda Pengayoman Semarang membatasi kontak keluarga dengan para lanjut usia (lansia). Kunjungan yang baru dibuka...

Cari OTG Agar Tak Menulari, DKK Semarang Gencarkan Swab Test

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang pun gencar melakukan swab test untuk menemukan pasien tanpa gejala (OTG) terindikasi Covid-19. Hal ini dilakukan...

Batik Terus Tumbuh di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Perajin batik menggelar adu kreativitas dalam menyelenggarakan Lomba Rancang Busana Casual Ready to Wear Adaptasi Baru dan Lomba Cipta Sarung Batik...

Taman Indonesia Kaya Terapkan 3M

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Indonesia Kaya Kota Semarang menerapkan protokol kesehatan (prokes) bagi para pengunjungnya. Yakni dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan...

Pastikan Tidak Ada Klaster Banggar

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung nyatakan tidak ada klaster Banggar usai salah satu anggota DPRD Kabupaten Temanggung dinyatakan positif...

Random

Retno Wulandari, Dalami Psikologi, Jadi Teman Curhat

RADARSEMARANG.ID, TERBIASA membantu orang lain dan menjadi teman curhat, mendorong Retno Wulandari memilih Prodi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). Selain senang membantu orang...

Jamin Keamanan Mahasiswa Papua

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menyampaikan keprihatinannya atas perkembangan kondisi di tanah air, terutama di Tanah Papua. Rektor Neil Rupidara...

Gaji Buat Maksiat, Lady Ajukan Pegat

RADARSEMARANG.ID - Kacau kalau gaji kerja cuma dipakai buat foya-foya. Bukan makin kaya, tapi menderita. Utang menumpuk di mana-mana. Istri pun tak mau lagi bersama....

Dua Pegawai Pengadilan Tinggi Positif Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dua pegawai Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah terpapar Covid-19. Hal itu diketahui setelah dilakukan rapid test dan swab test masal Senin...

Mayat Wanita di Pinggir Rel

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Indrawati, 33, dikagetkan dengan sesosok wanita yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya menjemur pakaian pada Rabu (25/12) sekitar pukul 07.00. “Waktu itu...

Lainnya