alexametrics

RSUD Kendal Minim Dokter Spesialis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Formasi dokter spesialis negeri (PNS) di rumah sakit umum daerah (RSUD) kurang diminati. Pasalnya menjadi dokter spesialis berstatus pegawai negeri dianggap kurang menjanjikan

“Karena kebanyakan dokter spesialis itu akan lebih banyak dibutuhkan di kota-kota besar. Sehingga kalaupun para dokter spesialis ini menjadi pegawai negeri akan memilih di kota-kota besar, seperti Kota Semarang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal Ferinando Rad Bonay kemarin (20/9/2020).

Alasan memilih kota-kota besar, lantaran di daerah sangat minim pasien. Sehingga kurang bisa mengamalkan ilmu yang sudah didapatnya susah payah.

Hal itu terjadi di RSUD Kendal, di mana hampir beberapa tahun ini pembukaan formasi CPNS dokter spesialis tidak ada pendaftar. “Semacam ada asumsi dokter spesialis PNS itu gajinya minim,” tuturnya.

Baca juga:  Dana Stimulus Tersalurkan Rp 890 M

Makanya para dokter spesialis ini lebih memilih bekerja di RS swasta besar dan di kota-kota besar. Sehingga rata-rata RSUD di semua daerah hampir kekurangan dokter spesialis.

Hal ini juga terjadi di RSUD dr Soewondo Kendal. Padahal keberadaan dokter spesialis bisa meningkatkan kelas RS tersebut. “Yang banyak itu dokter spesialis anak dan kandungan. Untuk spesialis lain itu minim sekali. Terlebih di puskesmas,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Feri, beberapa daerah setiap kali ada formasi CPNS dokter spesialis selalu memberikan promosi besar. Seperti kemudahan akses, penyediaan rumah tempat tinggal dan kendaraan dinas khusus. “Saking inginnya agar ada dokter spesialis yang mendaftar dan ikut tes,” akunya.

Baca juga:  Bersinergi, Perang Hadapi Covid-19

Di Kendal, masih dokter spesialis. Yang ada, rata-rata dari dokter umum PNS. Mereka kemudian di sekolahkan atau diikutkan pendidikan untuk menjadi dokter spesialis.

Kepala BKPP Kendal Cicik Sulastri mengatakan, dari hasil pelaksanaan seleksi CPNS, 18 formasi tenaga kesehatan tidak terisi karena tidak ada yang mendaftar.

Terdiri dari tujuh formasi dokter spesialis, dua formasi dokter sub spesialis. Selain itu sanitarian satu formasi dan sisanya rekam medik sebanyak delapan formasi. “Dokter spesialis memang kurang banyak dan tidak ada pendaftar,” katanya. (bud/zal/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya