alexametrics

Banyak Peserta SKB Belum Serahkan Hasil Rapid Test

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)  memperpanjang waktu rapid test bagi peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) pada penerimaan

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kendal. Mengingat, masih banyak peserta yang belum menyerahkan hasil rapid test.

Kepala BKPP Kendal Cicik Sulastri mengatakan, rapid test sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 pada proses seleksi CPNS. Mekanismenya,  jika reaktif maka peserta akan dilakukan swab. “Jika hasilnya positif Covid-19, maka akan kami laporkan ke BKN pusat,” terangnya.

Peserta yang terkonfirmasi Covid diakuinya tetap bisa ikut tes seleksi. Tapi dengan syarat harus memperoleh rekomendasi dari Dinkes Kendal. “Jika tidak dapat rekomendasi, maka akan diikutkan dalam tes SKB susulan,” akunya.

Baca juga:  72 Kasus DBD, Satu Meninggal

Sementara pelaksanaan SKB CPNS Kendal akan digelar di lima titik. Dilaksanakan bulan ini, tapi pelaksanaan tanggal berbeda sesuai lokasi Tes SKB. Akan diikuti 733 peserta.

Ditambahkan Cicik, jika ada 692 peserta CPNS Kendal yang akan melakukan tes di Hotel UTC Semarang. “Dari jumlah tersebut, dua orang tidak dapat mengikuti tes SKB lantaran terkonfirmasi positif,” tuturnya.

Kedua peserta tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal untuk mendapatkan rekomendasi agar dapat mengikuti tes SKB. “Namun dari Dinkes keduanya tidak direkomendasikan ikut seleksi di Hotel UTC Semarang,” jelasnya.

Pihaknya akan meminta jadwal ulang ke BKN pusat atas dua peserta yang positif Covid-19. Sebab panitia  sudah tidak bisa membatalkan jadwal yang ada. Selama pelaksanaan tes, peserta, pengawas wajib menaati protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, face shield dan menjaga jarak.

Baca juga:  Chaca Ajak Semua Pihak Berperan Aktif Tekan Stunting

“Tidak diperkenankan membawa tas, jadi hanya masuk menggunakan tanda pengenal saja. Setelah selesai peserta bisa langsung lihat hasil lewat streaming BKN pusat,” tambahnya.

Kepala Dinkes Kendal Ferinando Bonay menegaskan, untuk mengantisipasi penularan, dua peserta CPNS yang terkonfirmasi positif tidak diizinkan mengikuti tes SKB. “Kami minta untuk dua peserta tersebut melakukan isolasi mandiri,” pintanya.

Sedangkan untuk tes SKB CPNS kepada dua peserta, pihaknya meminta agar BKPP berkoordinasi dengan BKN untuk tes susulan. “Jadi tidak gugur, karena memang ini kondisinya sedang sakit,” akunya. (bud/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya