alexametrics

Kades Sumberejo Dipolisikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Ngatman dilaporkan ke polisi oleh sejumlah pengusaha tambang galian C. Alasannya, kades tersebut menutup akses pertambangan.

Akibatnya, hal tersebut mengakibatkan para penambang tidak bisa beraktivitas. “Kami harus berhenti total. Karena tidak bisa memgangkut hasil penambangan untuk pengurukan lahan,” kata Pimpinan CV Anugerah Baru Freddy Ferdinan kemarin (6/9/2020).

Dia mengaku sangat dirugikan akibat penutupan jalan menuju lokasi tambang. “Tanpa musyawarah dengan kami, jalan langsung ditutup. Padahal itu bukan jalan desa, tapi jalan produksi penambangan,” tuturnya.

Menurutnya, aktivitas penambangan tersebut tidak menyalahi aturan perda. Sebab lokasinya memang untuk penambangan.  “Dampak penutupan akses tersebut juga dirasakan perusahaan penambangan lainnya. Seperti penambangan milik PT IPU, PT Dewi Ratih, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga:  Persilakan Aktivitas saat Nataru asal Patuh SOP

Dirinya melaporkan ke Polres Kendal karena merasa telah dirugikan usahanya. “Harapan kami, laporan kami segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aji Darmawan mengatakan, persoalan penutupan akses penambangan tersebut sudah selesai. “Sudah kami tindaklanjuti secara kekeluargaan. Sudah terjadi kesepakatan. Jalan sudah dibuka kembali,” jelasnya.

Kepala Desa Sumberejo Ngatman mengatakan, penutupan jalan lantaran para penambang tidak melakukan kewajibannya untuk menyiram jalan. Sehingga merugikan warga karena debu yang ditimbulkan dari dum truk pengangkut galian C.

“Jalan memang sempat ditutup. Tapi yang menutup bukan saya. melainkan warga. Mereka kesal karena debu jalan masuk rumah-rumah warga,” tandasnya. (bud/zal/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya