alexametrics

Sebut Kiai Pacakan, Ketua PCNU Kendal Disoal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Genderang Perang Pilkada Kendal 2020 mulai ditabuh. Antar pendukung bakal calon bupati sudah terlihat. Masing-masing pendukung saling sindir calon lain.

Seperti pernyataan Ketua PCNU Kendal Kiai Danial Royyan yang sempat mucul di sebuah media online. Yakni pernyataan yang menyatakan pasangan Tino Indra Wardono-Mustamsikin akan dilakukan bersama kiai-kiai sungguhan. “Kiai-kiai sungguhan, bukan dengan orang-orang yang didandani atau dipacaki seakan seperti seorang kiai,” kata Danial.

Pernyataan menuai kekesalan dan disayangkan sejumlah pihak. Khususnya para kiai dan pengasuh-pengasuh pondok pesantren yang ada di Kendal. Seperti diungkapkan pengasuh Pondok AL-Musthofa, Muhammad Nasikh Syarifudin.

Syarifudin mengatakan, pihaknya ingin suasana Pilbup Kendal berjalan dengan aman, lancar dan sejuk. Masalah beda dukungan adalah sesuatu yang wajar dalam dinamika politik. “Tapi jangan sampai memecah belah umat dengan mengatakan kiai pacakan,” tuturnya.

Baca juga:  Delapan Rumah Roboh, Tersebar di Lima Kelurahan

Menurutnya, pernyataan tersebut terkesan merendahkan kiai-kai lain. Padahal pilkada hanyalah urusan ijtihad saja. “Jangan pilkada ini membuat perpecahan. Jangan ditanggapi dengan emosi, seolah-olah mengharuskan seseorang calon A harus menang, hingga menghalalkan segala cara,” tandasnya.

Menurut Syarifudin, apa yang dikatakan Danial itu, bisa memengaruhi para kiai dan alumni pondok-pondok. Sehingga merasa tidak nyaman. Bahkan bisa jadi akan balik mengecam pernyataan tersebut.

Seperti Pondok Al-Musyafa, Kecamatan Ngampel yang diasuh oleh KH Muchlis. Pengasuh pondok seperti KH Nasocha dari Yayasan API, Rejosari Ngampel, KH Ghozali Pengasuh dari Pondok Pegandon, KH Safari Pengasuh Pondok Darul Qu’ran Pucakwangi, KH Khaerudin, dan KH Mawardi.

“Itu semua kiai-kiai sepuh di Kendal. Semua menyayangkan ucapan Kiai Danial Royan itu. Sehingga kesannya seperti kiai-kiai ditarik ke politik praktis. Padahal sebenarnya, hanya dukungan biasa. Bukan politik praktis,” ujar Syarifudin.

Baca juga:  Pemkab Kendal Siapkan Rp 5 M untuk Warga Terdampak PPKM

Pihaknya mengakui beberapa waktu lalu mendorong Bupati Petahana Mirna Annisa  untuk maju kembali bersama sejumlah kiai-kiai kampung dan pengasuh pondok pesantren. Dukungan tersebut, lantaran menurut ijtihad para kiai-kiai, Mirna dinilai berhasil.

Ia berharap para ulama dan tokoh masyarakat bisa mengedepankan politik yang santun. Yakni dengan mengedepankan Akhlakul Karimah. “Kami tidak ingin hal-hal seperti ini mencuat  kembali. Sehinhgga akhirnya membuat suasana politik di Kendal rawan konflik,” jelas Syarifudin.

Hal senada dikatakan Ali Imron, tokoh masyarakat asal Kaliwungu. Ia mengaku kecewa dengan pernyataan ketua PCNU Kendal tersebut. Ia sebagai warga NU merasa sebagai KH Danial sebagai pimpinan NU tidak bisa memberikan teladan yang baik bagi warganya.

Baca juga:  Tingkatkan Pemasaran, 1.300 UMKM Go Digital

“Janganlah bawa-bawa organisaasi untuk mendukung calon di Pilkada Kendal ini. Kami warga NU sudah paham, hal itu tidak boleh. Kenapa sebagai pimpinan tidak memberikan contoh,” tandasnya. (bud/zal/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya