alexametrics

DBD Kendal 130 Kasus, Tertinggi di Tiga Kecamatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kendal hingga pertengahan tahun ini ada 130 kasus. Kasus tertinggi tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Boja (15 kasus), Kota Kendal (15 kasus) dan Kaliwungu (14 kasus).

“Persebarannya merata, hampir di semua kecamatan ada. Tapi tertinggi ada di Kecamatan Boja, Kota Kendal dan Kaliwungu. Ada dua kecamatan yang nol kasus DBD yakni Plantungan dan Pageruyung,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kendal Muntoha kemarin (22/6/2020).

Data tersebut dari laporan kasus di puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan. “Meski tren naik, hingga pertengahan tahun ini belum ada yang meninggal,” ujarnya.

Baca juga:  Enam Pencuri dan Satu Penipu Diringkus

Untuk pencegahan, pihak Dinkes sudah melakukan fogging sebanyak 130 kali di 65 tempat. Tapi menurutnya, fogging tidaklah cukup. Sebab Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.

Justru yang lebih penting jentik nyamuk ini. Karena kerap masyarakat menyepelekan jentik nyamuk.”Maka kami sarankan agar masyarakat menjaga kebersihan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” jelasnya.

Dengan mengubur, menguras dan menutup bak penampungan air. Jika ada genangan air, segera dialirkan. jika tidak memungkinkan, maka bisa diberikan obat abate.

“Masyarakat bisa mendapatkan obat abate di puskesmas terdekat secara gratis. Jadi silahkan dimanfaatkan, terutama untuk saluran air di lingkungannya yang terjadi genangan air. Karena pasti jadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk,” tandasnya.

Baca juga:  Bupati Dico Tak Ingin Buru-Buru Rotasi Jabatan

Kepala Seksi Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kendal Bambang Wiryawan menambahkan, penyakit DBD tidak hanya terjadi pada musim penghujan saja, tapi juga di musim kemarau. “Seperti tahun lalu, justru kasus terbanyak terjadi antara Mei sampai November,” terangnya.

Bambang mengatakan, saat ini memang seluruh tim yang ada tengah fokus untuk penanganan  wabah korona. Namun tidak boleh lengah dengan DBD. Cara yang paling tepat dan efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Sosialisasi terus dilakukan, baik melalui puskesmas maupun sekolah-sekolah.

“Kami terus mengantisipasi dan melakukan sosialisasikan melalui petugas puskesmas agar warga tetap menjaga kebersihan lingkungan. Terutama di tempat-tempat yang tersedia air jernih,” katanya. (bud/zal/bas)

Baca juga:  Tak Punya Beras, Nekat Bobol Kantor Desa

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya