alexametrics

Proyek Pasar Pagi Kaliwungu Diburu Waktu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu tinggal menit-menit terakhir. Pasalnya Kamis (18/6/2020) harus selesai, semua pekerjaan harus dihentikan lantaran perpanjangan waktu pengerjaan telah berakhir.

Tim Leader Manajemen Konstruksi proyek pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu, Buana Hari Setyadi mengatakan jika rencananya 18 Juni 2020 adalah serah terima hasil pekerjaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahap pertama. “Untuk penyerahan tahap dua, masa perawatan enam bulan,” katanya, kemarin (15/6/2020).

Saat ini pekerjaan sudah mencapai 97 persen. Hanya tinggal pembersihan dan pemasangan listrik di ruko-ruko. “Kendalanya pada pemasangan listrik, karena harus tambah daya dari 900 menjadi 1.300 watt,” tuturnya.

Pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan PLN untuk teknis pemasangan. Diakuinya jika untuk listrik lama di ruko-ruko Pasar Pagi Kaliwungu adalah 900 Watt. Sebenarnya, lanjut Buana, kalau wattnya masih sama tinggal pasang. Tapi dari PLN mengharuskan untuk tempat usaha minimal adalah 1.300 watt.

Baca juga:  Santri Sabilurrosyad Diajari Mengolah Sampah

Selain listrik, kendala lainnya adalah pembersihan sisa-sisa material bangunan yang tercecer. Selain itu pemasangan paving dan taman di area taman dan parkir pasar. “Kami akan lembur, hingga dua hari waktu yang tersisa nantinya bisa selesai. Karena kalau molor lagi, kami juga yang rugi,” tandasnya.

Diakuinya molornya pekerjaan lantaran adanya penambahan pekerjaan. Diantaranya penyeediaan saluran hydrant untuk pemadam kebakaran. Dalam rencana kontrak kerja, hydrant tidak ada. Tapi begitu pelaksanaan dari Kementerian PUPR mensyaratkan adanya hydrant karena kekhawatiran jika terjadi bencana kebakaran.

“Akhirnya kami harus melakukan pergeseran terhadap anggaran untuk pengadaan hydrant. Selain melakukan penataan ulang dari desain yang ada. Sehingga saat ini enam titik hydrant di setiap sudut pasar. Selain itu ada 43 alat pemadam ringan (apar) yang kami sediakan di dalam pasar,” jelasnya.

Baca juga:  Sudah Tiga Puskesmas di Kendal Jadi Klaster Covid-19

Pasar Pagi Kaliwungu, sesuai rencana dibangun seluas 9.900 meter persegi. Rinciannya terdiri dari 184 kios dan 864 los yang diperuntukkan untuk 1.048 pedagang. Selain itu juga dibangun sarana umum pasar seperti musala, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), empat unit Mandi Cuci Kakus (MCK) dan kantor pengelola pasar.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengatakan Pasar Pagi Kaliwungu yang baru nantinya akan dapat menampung jumlah pedagang sebanyak 1.048 pedagang. Sedangkan jumlah pedagang di Pasar Pagi Kaliwungu yang terdaftar saat ini berjumlah sebanyak 923 pedagang.  Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu telah didesain sesuai ketentuan. Yakni dari segi pencahayaan, sirkulasi udara. “Tujuannya, agar pengunjung dan penjual nyaman,” katanya.

Baca juga:  Bus Pariwisata Konvoi Sambut New Normal

Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, menambahkan pengelolaan pasar pagi kedepan harus lebih baik. Penempatan dan pembagian los serta kios pasar juga harus transparan, sesuai dengan masukan dari sejumlah pihak.

“Yang harus diperhatikan jangan ada jual beli kios maupun los seperti yang sudah-sudah. Selain itu penempatan dan pembagian los serta kios juga harus transparan jangan mementingkan salah satu pedagang saja,” ujar Makmun.

Tuntutan transparansi pembagian los dan kios ini setelah ada keluhan dan masukan dari pedagang yang ingin ada keterbukaan. Menurutnya pembagian dan penempatan pedagang akan dimusyawarahkan dengan sejumlah pihak. “Pedagang hanya meminta mereka dikembalikan ke lokasi kios dan los semula saat pasar pagi belum dibangun. Kalau jumlahnya sampai saat ini pedagang lama bisa menempati kios dan los di pasar pagi yang baru ini,” imbuhnya. (bud/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya