alexametrics

Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Tuntut Transparansi Pembagian Lapak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Komisi B DPRD Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pada Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu. Sidak dilakukan lantaran pembangunan yang tidak sesuai target alias molor dari waktu dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK).

Sampai saat ini progres penyelesaian pembangunan masih mencapai 90 persen. Padahal akhir Mei lalu, sedianya pembangunan harus sudah selesai 100 persen. Pelaksana pembangunan meminta tambahan waktu sampai 18 Juni mendatang untuk bisa menyelesaikan sisa pekerjaan yang ada.

Dalam sidak tersebut dewan melihat tata letak penempatan pasar. Sebab dari Komisi mendapatkan banyak keluhan dari pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, terkait penataan dan penempatan pedagang ke bangunan baru ini.

Para pedagang Pasar Pagi Kaliwungu meminta agar tata letak pasar nantinya dikembalikan seperti semula. Yakni sebagai pasar rakyat. Sehingga peruntukannya diharapkan bisa untuk rakyat, termasuk pedagang yang sudah menempati lapak dan los pasar sebelumnya.

Baca juga:  Waduh, Gizi Buruk di Kendal Capai 4.324 Kasus

Jumlah pedagang yang ada di Pasar Pagi Kaliwungu sendiri berjumlah sekitar 900, dan jumlah kios serta los mencukupi untuk pedagang lama yang sementara berdagang di lokasi relokasi. “Harapan pedagang ada keterbukaan terkait penempatan dan pembagian los maupun kios sehingga tidak ada saling curiga di antara pedagang,” ujar Muhammad Fadil, salah seorang pedagang.

Ketua Komisi B DPRD Kendal, Dian Alfat Muchammad mengatakan, paguyuban pedagang Pasar Pagi Kaliwungu meminta  transparansi pembagian los pasar yang adil dan sesuai dengan lapak dagangannya.  “Komisi B akan mendorong Dinas perdagangan selaku pengelola pasar untuk melakukan transparansi terkait pembagian los dan lapak. Sehingga tidak ada permasalahan dikemudian hari,” katanya.

Baca juga:  Bupati Dico Wacanakan Setiap Desa Memiliki Embung

Dikatakan Dian Alfat, jika melihat data dari paguyuban pedagang jumlah pedagang dengan kios maupun los di lokasi pasar pagi ini mencukupi bahkan masih ada sisa. Hanya saja penempatannya harus ada keterbukaan dari seluruh pihak, termasuk dinas yang mengelola pasar ini.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun. Ia menambahkan pengelolaan pasar pagi kedepan harus lebih baik. Penempatan dan pembagian los serta kios pasar juga harus transparan, sesuai dengan masukan dari sejumlah pihak.

“Yang harus diperhatikan jangan ada jual beli kios maupun los seperti yang sudah-sudah. Selain itu penempatan dan pembagian los serta kios juga harus transparan jangan mementingkan salah satu pedagang saja,” ujar Makmun.

Baca juga:  Satgas TMMD Rutin Senam Bersama

Tuntutan transparansi pembagian los dan kios ini setelah ada keluhan dan masukan dari pedagang yang ingin ada keterbukaan. Menurutnya pembagian dan penempatan pedagang akan dimusyawarahkan dengan sejumlah pihak. “Pedagang hanya meminta mereka dikembalikan ke lokasi kios dan los semula saat pasar pagi belum dibangun. Kalau jumlahnya sampai saat ini pedagang lama bisa menempati kios dan los di pasar pagi yang baru ini,”  imbuhnya. (bud/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya