Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu Molor

223
Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu molor dari waktu pelaksanaan yang telah disepakati. (Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu molor dari waktu pengerjaan yang sedianya harus rampung akhir Mei ini, tapi hingga kemarin (1/6/2020) sejumlah pekerjaan masih belum rampung dikerjakan.

Pantauan koran ini sejumlah pekerja masih melakukan pengecatan dan pembangunan beberapa bagian depan bangunan proyek senilai Rp 34,678 miliar itu. Diantaranya ruang kantor pasar. Hingga kemarin progresnya masih sekitar 95 persen.

Padahal, sesuai surat perintah kerja (SPK) pengerjaan pasar harus selesai akhir Mei 2020. Molornya pembangunan lantaran saat awal ada keterlambatan pengerjaan sebulan lantaran terkendala penghapusan aset.

PT Kokoh Perkasa selaku pelaksana jika seluruh bangunan utama telah selesai dibangun. Saat ini ini tersisa pengerjaan finishing. Yakni berupa penghalusan dinding kios pasar. “Kalau los pasar yang akan ditempati 813 bidang sudah selesai 90 persen,” kata Pelaksana Pembangunan Pasar Yuda Sukmana dari PT Kokoh Perkasa, kemarin.

Pasar Pagi Kaliwungu, sesuai rencana dibangun seluas 9.900 meter persegi. Rinciannya terdiri dari 184 kios dan 864 los yang diperuntukkan untuk 1.048 pedagang. Selain itu juga dibangun sarana umum pasar seperti musala, instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), empat unit Mandi Cuci Kakus (MCK) dan kantor pengelola pasar.

“Kami juga sediakan 43 alat pemadam ringan (apar) dan enam titik hydrant. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi bencana kebakaran. 864 los terdiri dari 825 los pedangan umum, 30 untuk los pedagang ikan dan daging. Serta sembilan los lainnya untuk rumah pemotongan unggas (RPU), khususnya ayam,” tandasnya.

Kepala DPUPR, Sugiono mengatakan jika pihak pelaksana harus mengajukan perpanjangan waktu satu bulan. Hal itu lantaran tidak bisa menyelesaikan sesuai dengan kesepakatan kontrak kerja. “Diperkenankan mengajukan perpanjangan waktu dengan ketentuan denda yang akan dikenakan kepada pelaksana,” tuturnya.

Besaran denda dihitung perhari selama perpanjangan waktu. “Molor pembangunan pasar ini karena sejak awal pelaksanaan pembangunan tertunda. Sebab pelaksana harus merobohkan bangunan yang lama untuk menghapus aset pasar pagi yang lama,” jelasnya.

Pasar Pagi Kaliwungu yang baru nantinya akan dapat menampung jumlah pedagang sebanyak 1.048 pedagang. Sedangkan jumlah pedagang di Pasar Pagi Kaliwungu yang terdaftar saat ini berjumlah sebanyak 923 pedagang.  Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu telah didesain sesuai ketentuan. Yakni dari segi pencahayaan, sirkulasi udara. “Tujuannya, agar pengunjung dan penjual nyaman,” tambahnya. (bud/bas)





Tinggalkan Balasan