2.000 Rumah di Bandengan Diterjang Rob

Banjir rob air laut yang terjadi di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal mengakibatkan jalan dan rumah warga tergenang. (Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kendal Lebih dari 2.000 rumah di 33 RT di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal, diterjang rob dengan ketinggian air 30-50 sentimeter. Rob sudah merendam Kawasan tersebut satu bulan terakhir.

Pantauan koran ini, rob mulai menggenangi jalan kelurahan pukul 13.00-19.00. Rob juga masuk ke permukiman warga. Akibatnya setiap hari warga harus menguras air yang masuk ke rumah dengan cara manual menggunakan alat pel maupun sapu. “Sudah terjadi sejak awal April lalu. Setiap hari seperti (banjir, Red) ini. Jadi kami harus mengamankan barang-barang dengan menaruhnya di atas agar tidak terkena air rob. Saat banjir surut, kami harus membersihkan rumah karena air masuk bercampur dengan sampah dan lumpur,” keluh Suratmi, warga setempat kemarin (29/5/2020).

Menurutnya, fenomena rob sudah menjadi bencana tahunan. Tapi tahun ini terparah. Sebab terjadi sudah satu bulan lebih. Ia berharap ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi rob agar warga tidak lagi disibukkan dengan banjir.

Hal senada dikatakan Diah Pujiastuti. Kondisi rob diperparah dengan kondisi Sungai Kendal yang dangkal dan sempit. Selain itu, kondisi sungai tidak ada talut. Sehingga tanah bantaran selalu longsor. Sungai pun menyempit. “Kepada pemerintah kami berharap agar sandaran sungai ditinggikan, karena rob ini berasal dari sungai Kendal yang langsung bermuara ke laut,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Komisi B DPRD Kendal Sri Supriyati mengaku, kondisi rob di Bandengan memang sangat memprihatinkan.

Sebagai wakil rakyat, pihaknya sudah mengusulkan agar pemerintah segera mengkaji bencana banjir rob yang kerap melanda Kelurahan Bandengan dan sekitarnya. Tapi sampai saat ini memang belum ada tindakan.

“Kenapa saya ingin dilakukan kajian terlebih dahulu. Karena agar penangannya bisa tepat dengan kondisi masyarakatnya. Sehingga nantinya masyarakat memahami dan bisa membantu masyarakat menuntaskan banjir rob,” timpalnya.

Diakuinya, sebenarnya sudah ada rumah pompa di Kelurahan Bandengan yang pernah dibuatkan oleh Pemkab Kendal. Tapi sejauh ini tidak pernah difungsikan, karena kondisinya sudah lama mangkrak. (bud/zal/bas)





Tinggalkan Balasan