alexametrics

Pastikan Harga dan Stok Gula Stabil hingga Lebaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memastikan harga dan stok gula kristal putih di pasaran akan normal kembali. Terutama untuk kebutuhan gula di Pulau Jawa hingga lebaran mendatang.

Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) RI Agus Suparmanto saat mengunjungi produksi gula kristal putih di PT Industri Gula Nusantara (IGN). Dikatakannya jika PT IGN telah mengimpor gula mentah sebanyak 77 ribu ton gula mentah. “Saat ini sudah masuk 20 ribu ton gula mentah, sisanya akan segera dipenuhi,” katanya, Selasa (7/4/2020).

Dari jumlah pasokan tersebut, pabrik gula yang terletak di Kecamatan Cepiring ini akan mengolah menjadi gula kristal putih (gula pasir). Dengan kemampuan produksi mencapai 800 ton per hari. Jumlah tersebut ia pastikan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gula di Pulau Jawa.

Baca juga:  Kampung Nelayan Karangsari Kendal Terendam Banjir Rob, Warga Terpaksa Tidur di Perahu

“Gula tersebut akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan gula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, baru sisanya akan kami distribusikan ke Jawa Barat. Makanya kunjungan ke PT IGN ini, kami untuk memastikan impor gula mentah yang sudah dilakukan pemerintah tidak ada kendala,” tandasnya.

Selain memastikan stok gula akan mencukupi,  Menteri Agus Suparmanto juga memastikan harga gula dipasaran akan kembali stabil. Yakni di harga Rp 12.500 per kilogram. Harga tersebut merupakan harga normal. “Dari PT IGN akan mendistribusikan gula ke distributor dengan harga maksimal Rp 10.500 per kilogram. Sehingga sampai konsumen bisa mencapai harga Rp 12.500 perkilogram,” paparnya.

Selain Pulau Jawa, ia juga akan memastikan kebutuhan gula secara nasional akan terpenuhi. Yakni dengan menargetkan produksi gula kristal putih mencapai 1.000.000 ton. “Dari PT IGN ini sudah mulai didistribusikan sebanyak 2.000 ton. Hal ini akan terus berlanjut,” tambahnya.

Baca juga:  Faceprint Lebih Aman karena Tak Perlu Disentuh

Diakuinya dengan adanya wabah Covid-19 ini memang distribusi gula mengalami perlambatan. Meski begitu, distribusi tidak akan berkurang. “Kami akan usahakan agar distribusi ini setiap harinya bisa bertambah,” akunya.

Direktur Umum PT IGN,  Burhan Murtaki mengatakan pabriknya mendapat alokasi impor gula mentah. Yakni setelah adanya izin impor gula mentah dari Kemendag. “Tujuannya adalah untuk mendukung pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga gula,” timpalnya.

Diakui Burhan Murtaki, dengan adanya izin impor gula mentah, pihaknya bisa mengoptimalkan operasional pabrik untuk tetap berjalan di luar musim produksi tebu. Tentunya hal ini akan membantu meningkatkan kondisi perekonomian daerah. “Mengingat pabrik ini pernah berhenti operasional selama lebih dari 3 tahun karena kesulitan bahan baku,” imbuhnya. (bud/bas)

Baca juga:  500 Personel Banser Bangun Talut Darurat Lanji

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya