Baru Diresmikan Januari, Jembatan Gantung Bodri Sudah Rusak

Kondisi jembatan gantung Sungai Bodri di Desa Wonosari, tidak membuat nyaman pengguna jembatan, karena ada kawat seling yang putus, membuat jembatan tak stabil dilalui. (Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Baru diresmikan Januari lalu, jembatan gantung Sungai Bodri di Desa Korowelang Kulon, sudah rusak. Kawat seling penahan badan jembatan yang dibangun menggunakan APBN itu terlepas.

Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa badan jembatan amblas dan bergelombang.  Sehingga membahayakan warga yang melintas. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kawat seling lainnya ikut terlepas karena beban getaran. Sebab, setiap hari jembatan penghubung Kecamatan Cepiring-Patebon tersebut ramai dilintasi warga sekitar. Terutama dari Desa Korowelang Kulon, Korowelang Anyar, Pidodo Kulon, Pidodo Wetan dan Margorejo yang berada di barat Sungai Bodri. Selain itu warga timur sungai, seperti dari Desa Wonosari, Kartikaya, dan Kumpulrejo.

Salah satu warga Korowelang Anyar, Rindu Setyaning Aji mengaku sempat terjatuh. Lantaran tidak mengetahui kondisi jembatan yang amblas akibat tali kawat seling yang putus.  “Pagi saat berangkat kerja sempat jatuh. Karena jembatan gantung selalu goyang saat dilintasi, terlebih kondisinya amblas dan bergelombang akibat tali kawat seling putus,” keluhnya.

Khusnul Huda, warga lainnya mengatakan jika kondisi kawat seling lepas sudah tiga kali terjadi. Biasanya langsung cepat diperbaiki. “Kamis malam usai hujan lebat belum seperti itu, baru tadi pagi (kemarin) kok sudah melorot ke bawah,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kendal Sugiono mengatakan jika kawat seling penahan badan jembatan belum terlepas. Hanya baut pengaitnya kendor sehingga menyebabkan badan jembatan melorot dan amblas.  ”Akibatnya penahan lantai hanya sebelah, sehingga sedikit turun dan lantai bergelombang,’ katanya saat melihat kondisi jembatan kemarin.

Dikatakan, kerusakan tersebut karena tidak kuat menahan beban yang terlalu berat. “Dari informasi yang masuk ada kendaraan roda tiga dengan beban berat melintas di atas jembatan gantung,” imbuh Sugiono.

Pihaknya sudah menghubungi pelaksana pembangunan jembatan, untuk segera memperbaiki jembatan. (bud/zal/bas)

Tinggalkan Balasan