alexametrics

Mirna Berharap Tingkat Kesehatan Warga Meningkat

Artikel Lain

Penyerapan APBD Kendal 2019
– Realisasi APBD 2019 mencapai Rp 2,3 triliun
– Realisasi belanja tidak langsung Rp 991 miliar
– Realisasi belanja langsung Rp 983 miliar

Anggaran Belanja Langsung
– Terserap untuk 2.222 kegiatan
– Untuk kegiatan pemerintahan Rp 199 miliar
– Untuk kegiatan ekonomi Rp 43 miliar
– Untuk kegiatan pembangunan Rp 287 miliar
– Untuk kegiatan kesejahteraan rakyat Rp 573 miliar
Pendapatan Bersumber dari Dana Perimbangan Rp 1,39 miliar
Pendapatan dana lain-lain sah Rp 548 miliar
Diolah dari Berita

RADARSEMARANG.ID, KENDAL,—Pencampaian hasil kerja dan pembangunan di Kendal selama kurun waktu 2019 ternyata cukup memuaskan. Terbukti paket pekerjaan di APBD 2019 bisa hampir 100 persen berjalan selesai. Sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat Kendal. Hal itu tampak pada peresmian hasil-hasil pembangunan Kendal 2019 oleh Bupati Kendal di Puskesmas Boja 1, Senin (17/2) kemarin.

Baca juga:  Bupati Mirna Sinau Bareng Cak Nun

Peresmian ditandai dengan penandatanganan lima prasasti. Di antaranya, pembangunan Gedung Hemodialisa (HD) RSUD dr Soewondo, renovasi gedung Kelurahan Ketapang dan pembangunan Puskesmas Rawat Inap Boja 1. Selain itu, pembangunan Puskesmas Pageruyung dan penataan ruang pelayanan Mal Pelayanan Publik yang akan mulai beroperasi Maret nanti.

“Selain itu, jalan terus setiap tahun kami bangun. Harapannya, tahun ini sesuai target bisa tuntas 100 persen,” kata Bupati Mirna.

Menurut Mirna, keberhasilan dalam membangun Kendal bukanlah keberhasilannya semata. Melainkan, keberhasilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja keras dibantu DPRD Kendal dalam hal pengambilan kebijakan dan penganggaran.

Dengan pembangunan puskesmas yang telah dilengkapi dengan layanan rawat inap, menurutnya, agar meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Sebab, layanan kesehatan bisa lebih terjangkau dengan jarak yang cukup dekat. Tarifnya juga sesuai kebutuhan masyarakat dan pelayanannya juga akan lebih baik.

Baca juga:  Barokallah, Ulang Tahun Mirna di Hari Santri

Kepada petugas, baik dokter maupun tenaga medis dan nonmedis, Mirna berharap untuk fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Yakni, untuk memaksimalkan dalam hal pelayanan kesehatan.

Dikatakan, membentuk warga Kendal tidak hanya sebagai penonton dan tempat pengembangan industri dan ekonomi, melainkan pelaku dalam pertumbuhan tersebut. “Yang kita sampaikan yang telah lalu sebagai pijakan bagaimana Kendal ke depan. Mudah-mudahan Kendal lebih maju dan lebih baik,” harapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda Kendal) Moh Toha menyampaikan penyerapan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kendal 2019 mencapai 94,8 persen. Hal tersebut sesuai Perbup Kendal Nomor 61 Tahun 2019 tentang Perubahan Penjabaran APBD Kabupaten Kendal.

Besaran tersebut terhitung dari jumlah pendapatan APBD Kendal 2019 mencapai Rp 2,3 triliun, sedangkan realisasinya sebesar Rp 2,2 triliun. Secara rinci, untuk anggaran belanja langsung maupun non langsung mencapai Rp 2,5 triliun, sedangkan realisasinya Rp 2,3 triliun atau 91,6 persen. “Belanja tidak langsung terealisasi Rp 991 miliar dan belanja langsung Rp 983 miliar. Sedangkan targetnya masing-masing Rp 1 triliun lebih,” terangnya.

Baca juga:  Pemkab Kendal Siap Perluas PTM di 112 Sekolah

Dari anggaran belanja langsung yang ada terserap untuk 2.222 kegiatan. Rinciannya, Rp 199 miliar untuk kegiatan pemerintahan, Rp 43 miliar kegiatan ekonomi, Rp 287 miliar kegiatan pembangunan, dan Rp 573 miliar untuk kegiatan kesejahteraan rakyat. “Hasilnya meliputi puskesmas, jalan, fasilitas bangunan bersama, jembatan, dan fasilitas lain,” bebernya.

Selain itu, pendapatan bersumber dari dana perimbangan mencapai Rp 1,39 miliar dan pendapatan dana lain-lain sah Rp 548 miliar. Capaian lain kenaikan dana APBD dari Rp 1,8 triliun pada 2016 naik menjadi 2,3 triliun pada 2019. (adv/bud/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya