Empat Pilar Harus Digulirkan ke Generasi Milenial

216
SOSIALISASI: Anggota MPR Mujib Rohmat (tiga dari kiri) berfoto bersama usai memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Hotel Tirto Arum kemarin.
(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Anggota MPR Mujib Rohmat (tiga dari kiri) berfoto bersama usai memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Hotel Tirto Arum kemarin.
(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMRANG.ID, 

KENDAL, —Empat Pilar Kebangsaan yang sudah menjadi
kesepakatan nasional harus difahamkan kepada generasi milenial.
Sehingga mereka tidak mudah dirong-rong oleh isu radikalisme maupun
ajakan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Demikian dikatakan Anggota MPR Mujib Rohmat saat sosialisasi Empat
Pilar Kebangsaan bertajuk Menangkal Paham Radikalisme pada Generasi
Milenial.

Empat Pilar Kebangsaan yang dimaksud yakni Pancasila, UUD
1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara, UUD 1945 sebagai Dasar
Konstitusi Negara, NKRI merupakan bentuk negara dan Bhineka Tunggal
Ika adalah komitmen kebangsaan dari keragaman Nusantara.

Tinggal sekarang ini, lanjut Mujib, adalah konsistensi warga karena
ternyata ada yang ingin ideologi Pancasila dengan lainnya.

Bahkan ada
yang akan menggabung Ideologi Pancasila dengan lainnya.

Hal itu menurutnya lantaran akibatnya kurangnya informasi berkaitan
dengan sejarah dan komitmen yang dibangun oleh para pendiri bangsa
kepada generasi muda sekarang ini. “Generasi milenial lebih banyak
mendapatkan informasi dari media sosial.

Sehingga tidak ada filter
dalam diri mereka. Makanya mudah terprovokasi dan mudah sekali
terpancing isu radikalisme,” kata Anggota DPR RI Komisi X itu.

Ia mencontohkan adanya orang masuk dan menjadi bagian dari ISIS.
Menurutnya tidak semua yang masuk ISIS motifnya adalah untuk menjadi
tentara dan berperang. Melainkan ada juga motif ekonomi atau motif
lainnya karena diiming-imingi sesuatu.

“Ternyata disana (Negara Irak, Red) mereka tidak diberikan haknya.
Jadi hanya dibohongi saja, janji uang dan sebagainya tidak dipenuhi.
Nah orang seperti ini kan kasihan. Makanya perlu ditanamkan kembali
empat pilar kebangsaan itu kepada generasi muda Indonesia,”

tandasnya.

Pembicara lain, Dosen Universitas Wahid, Dr Ali Martin, Msi mengatakan
perlunya pemahaman tentang rasa persaudaraan satu sama lain. Sehingga
meski berbeda-beda tidak terpengaruh untuk terpecah belah. “Justru
perbedaan adalah bukti Indonesia kuat,” katanya. (bud/zal)

Tinggalkan Balasan