Ratusan Pesepeda Rasakan Sensasi Back To Dahon

594
GOWES: Musisi Nugie Nugraha berfoto bersama dengan pesepeda dalam helatan sepeda bersama Back To Dahon di halaman PT Roda Maju Bahagia di Kawasan Industri Kendal. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GOWES: Musisi Nugie Nugraha berfoto bersama dengan pesepeda dalam helatan sepeda bersama Back To Dahon di halaman PT Roda Maju Bahagia di Kawasan Industri Kendal. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Sebanyak 400 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti bersepeda Back to Dahon yang dihelat PT Roda Maju Bahagia. Kegiatan tersebut menempuh jarak 20 kilometer. Start dari BSB Ngaliyan, finish PT Roda Maju Bahagia di Kawasan Industri Kendal.

Ratusan pesepeda sengaja datang untuk menjajal sepeda lipat Dahon Ion yang merupakan produk Amerika yang dibuat oleh PT Roda Maju Bahagia. Mereka adalah berasal dari Komunitas Danoners yang tersebar di seluruh Indonesia.

Artis Ibukota Agustinus Gusti Nugroho atau lebih dikenal dengan Nugiee Nugraha ikut menyemarakkan iring-iringan sepeda Back To Dahon. Musisi sekaligus aktor itu memang gemar bersepeda. Ia mengaku selama menempuh perjalanan merasakan hal yang luar biasa.

“Menempuh jarak 20 kilometer seperti tidak terasa. Karena sepedanya sangat ringan. Bahkan untuk bagian saya kasih beban lebih dari lima kilo, juga tidak terasa berat,” katanya kemarin (9/2).

Menurut pengalamannya, selama perjalanan tidak ada kendala dalam keseimbangan sepeda. Bahkan menurutnya meski dirakit di negeri ini, namun dari segi kualitas sama dengan Dahon yang diproduksi merek luar negeri. “Jadi produk sepeda ini tidak hanya cocok untuk berolahraga saja, tapi sangat cocok sebagai alat transportasi,” ujar drummer The Dance Company itu.

Hal senada dikatakan Feri Usnizar peserta asal Kota Palembang, Sumatera Selatan. Ia mengaku penasaran dengan sepeda Dahon yang dibuat di Indonesia. “Saya dengar informasi sepeda lipat Dahon yang diproduksi di Kendal, Jawa Tengah. Lalu saya ke sini untuk menjajal. Hasilnya memang yang saya rasakan sama kualitas,” ujarnya.

Kelebihan sepeda Dahon menurutnya, memang ringan. Yakni hanya 11 kilogram saja. Meski ringan namun sangat kuat. Bahkan tidak masalah untuk medan yang bergelombang dan menanjak. “ Harganya relatif murah dibanding sepeda merek lain pada kelasnya,” akunya.

Chief Executive Officer (CEO) PT Roda Maju Bahagia Hendra menuturkan, produksi sepeda lipat brand luar negeri memang telah mulai produksi di KIK Kaliwungu sejak sebulan lalu. “Tujuan dari acara ini memang kami ingin mengenalkan kepada pecinta sepeda lipat Dahon,” tandasnya.

Dijelaskan antusiasme pecinta sepeda lipat produk dalam negeri ini sangat besar, karena harganya lebih terjangkau dengan kualitas yang sama dibanding sepeda serupa buatan luar negeri. Kelebihan lainnya adalah sepeda lipat Dahon bisa di-upgrade sehingga memudahkan pecinta sepeda untuk menambah aksesoris yang ada. (bud/zal)





Tinggalkan Balasan