Pohon Tumbang Sebabkan Macet Panjang

305
EVAKUASI: Petugas BPBD Kendal saat melakukan proses evakuasi pohon tumbang di Hutan Cagar Alam Desa Darupono, kemarin.
EVAKUASI: Petugas BPBD Kendal saat melakukan proses evakuasi pohon tumbang di Hutan Cagar Alam Desa Darupono, kemarin.

RADARSEMARANG.ID, KENDAL, — Pohon jati yang sudah berumur ratusan tahun di Hutan Cagar Alam Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan tumbang. Akibatnya, pohon dengan diameter 1,5 meter tersebut menutup akses jalan.(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Hal itu lantaran pohon jatuh melintang tepat di tengah badan Jalan Raya Kaliwungu-Boja. Kondisi tersebut mengakibatkan kemacetan panjang sepanjang tiga kilometer lebih. Kemacetan diperparah lantaran jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama untuk menuju Boja.

Proses evakuasi batang pohon dilakukan oleh Tim Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal. Proses evakuasi memakan waktu lama, hal itu lantaran besarnya batang sehingga tidak mungkin pohon untuk dipindahkan.

Petugas akhirnya harus memotong-motong bagian batang menggunakan gergaji mesin agar dapat dipindahkan. “Bahkan karena saking besar dan beratnya batang pohon, tali yang digunakan untuk mengangkat pohon yang telah dipotong sempat putus,” kata Babinsa Kaliwungu, Agus Priyanto, kemarin (4/2).

Akibatnya, petugas BPBD harus memotong-motong kembali bagian batang yang besar agar mampu diangkat. Ada sekitar 20 orang dikerahkan untuk mengangkat batang pohon yang tumbang tersebut. Baik dari Petugas BPBD, warga, TNI dari Koramil Kaliwungu juga dilibatkan. “Batang pohon baru berhasil dievakuasi setelah memakan waktu hampir satu jam lebih,” katanya.

Petugas sempat mem berlakukan buka tutup jalan untuk mengurai tumpukan kemacetan di jalur Kaliwungu-Boja. Kondisi arus jalan baru bisa berjalan setelah seluruh batang pohon yang menutup jalan berhasil digulingkan.

Hal Slamet Priyatin, warga Desa Magelung. Ia mengaku sempat terjebak macet hingga berjam-jam lamanya lantaran seluruh kendaran tidak bisa jalan akibat terhalang jalannya. “Kondisi hujan , jadi basah dan kedinginan. Tapi mau gimana lagi, namanya juga lagi kena musibah bencana,” tandasnya. (bud/bas)





Tinggalkan Balasan