Keuntungan PDAM Kendal Meroket

202
FOTO: Dirut PDAM Tirto Panguripan, Sunanto. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOTO: Dirut PDAM Tirto Panguripan, Sunanto. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Panguripan Kendal mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal itu dibuktikan dengan keuntungan atau laba yang diperoleh perusahaan jasa penyedia air di Kendal hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp 8,169 miliar.

Keuntungan tersebut meningkat drastis dua tahun sebelumnya. Yakni di 2017 laba bersih PDAM Kendal Rp 4,425 miliar dan 2018 Rp 5,397 miliar. “Jadi 2019 tahun kemarin, keuntungan PDAM naik hampir Rp 3 miliar,” kata Direktur Utama PDAM Tirto Panguripan, Sunanto, kemarin (16/1).

Laba naik hingga Rp 3 miliar tersebut, diakuinya melebihi dari target awal tahun yang telah ditetapkan. Yakni sebesar Rp 7,9 miliar. Ia juga bersyukur keuntungan PDAM Kendal setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal itu menurutnya, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat Kendal kepada PDAM semakin positif.

Kenaikan keuntungan menurutnya juga berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah pelanggan. Jumlah pelanggan PDAM Kendal saat hingga akhir 2019 sebanyak 83.475 pelanggan sambungan reguler (SR). Jumlah tersebut meningkat 5.670 SR dari jumlah pelanggan di 2018 sebanyak 78.593 SR.

“Untuk tahun 2020 ini, kami targetkan bisa mencapai 5.000 SR baru. Dengan rincian, 1.000 adalah sumbangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan sisanya, 4.000 adalah SR untuk yang reguler,” jelasnya.

Di 2020 ini pihaknya juga akan menargetkan akan menambah dua sumur dan dua sumur mata air. Yakni dari Kaliwungu dan Boja. Selain itu menambah jumlah bak penampungan air atau reservoir di Patebon dengan kapasitas 500 meter kubik air.

“Reservoar ini selain itu meningkatkan saluran air jumlah air sampai kepada pelanggan. Supaya air mengalir deras meskipun pada jam-jam sibuk. Selain itu mengurangi campuran pasir. Karena di wilayah tersebut pelanggan kerap mengeluhkan air bercampur pasir,” tandasnya.

Perihal kenaikan atau penyesuaian tarif dasar air, PDAM hingga akhir 2020 nanti belum berencana akan menaikkan. “Terkahir kami lakukan lakukan penyesuaian tarif dasar air dengan persetujuan DPRD dan Bupati Kendal pada tahun 2014,” tambahnya. (adv/bud/bas)

Tinggalkan Balasan