Jembatan Putus, Akses Tiga Desa Terganggu

120
PUTUS: Jembatan Desa Nawangsari di Sungai Bulanan, Kecamatan Weleri Kendal, Kamis (16/01) pagi putus.(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUTUS: Jembatan Desa Nawangsari di Sungai Bulanan, Kecamatan Weleri Kendal, Kamis (16/01) pagi putus.(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL  – Sempat amblas lantaran pondasi tergerus, kini Jembatan Nawangsari di Sungai Bulanan Desa Nawangsari, Kecamatan Weleri Kendal akhirnya putus. Jembatan yang menghubungkan Desa Nawangsari dengan Desa Sumberagung dan Desa Bumiayu kondisi kini tak bisa dilintasi warga.

Pantauan koran ini, jembatan dengan panjang 38 meter dan lebar 1,5 meter ujung sebelah timur jembatan ambrol. Kondisi putus lantaran jembatan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang dua hari diterjang banjir.

Debit air sungai naik lantaran curah hujan yang tinggi. Akibatnya, kondisi jembatan yang sudah gerowong lantaran tergerus sebelumnya, akhirnya ambruk lantaran tak mampu menahan derasnya arus sungai.

Padahal jembatan tersebut merupakan akses utama warga Desa setempat untuk Sumberagung, Bumiayu atau Weleri dan menuju Kota Kendal. Amblesnya pondasi jembatan, menyebabkan warga terpaksa memutar melalui Jalan Sedayu-Weleri atau melalui Jalan Weleri-Sukorejo sejauh lima kilo meter.

Kondisi tersebut diakui warga telah menyusahkan. Terutama anak-anak sekolah di Desa Nawangsari. Sebab biasanya mereka melalui jembatan, kini mau tidak mau harus memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Derasnya arus sungai Bulanan ini menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya roboh. Kini warga terutama anak-anak sekolah harus cari jalan lain lantaran jembatan tidak bisa dilalui,” kata Siti Rodiyah, warga setempat.

Kepala Desa Nawangsari Ali Ridho mengungkapkan robohnya jembatan selain pondasi yang sudah tidak kuat, juga lantaran usia jembatan yang lebih dari 30 tahun. “Awalnya pondasi sempat amblas dan longsor tergerus banjir. Tapi hujan yang terus mengguyur wilayah Weleri membuat arus sungai menjadi deras dan menyebabkan pondasi jembatan semakin tergerus hingga jembatan ikut putus,” jelasnya.

Warga berharap jembatan tersebut dapat segera diperbaiki. Pasalnya jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat kedua desa untuk mempermudah aktivitas warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan jika jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah desa setempat. “Kalau penanganan sungai, menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Jateng,” tuturnya.

Meskipun demikian, DPUPR Kendal siap membantu dengan menyediakan alat-alat berat yang dibutuhkan guna pembangunan atau pun perbaikan jembatan. Seperti alat katrol, backhoe dan sebagainya. “Namun tetap yang mengerjakan pihak desa, karena kami tidak itu wilayah desa. Kami tidak bisa menganggarkan,” tandasnya.

Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah tingkat Kecamatan Weleri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal dan pemerintah desa. Paling lambat pekan depan akan segera ditangani secara bersama. “Secepatnya akan segera ditangani,” tambahnya. (bud/bas)

Tinggalkan Balasan