alexametrics

Jembatan Nawangsari Amblas, Akes Ditutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Jembatan Kali Bulanan di Desa Nawangsari, terancam putus. Sebab kondisi pondasi jembatan yang menghubungkan Desa Nawangsari dengan Desa Sumberagung dan Desa Bumiayu, terjadi longsor.

Kondisi tersebut disebabkan oleh derasnya arus sungai. Mengingat beberapa waktu terakhir debitnya meningkat. Praktis kondisi tersebut mengakibatkan jembatan ambles. Sehingga rawan untuk dilintasi. Warga akhirnya menutup akses jembatan sepanjang 38 meter dan lebar 1,5 meter itu.

Di ujung kedua jembatan, diberi penghalang bambu dan kursi agar warga terutama pengendara motor tidak melintas. Sebab jika terus dilalui, warga khawatir jembatan roboh dan membahayakan warga yang melintas.

Warga maupun pengendara motor terpaksa memutar mencari jalan lain. Warga berharap, jembatan tersebut segera diperbaiki. Sebab jika tidak maka bisa jadi jembatan akan hanyut diterjang derasnya arus sungai saat curah hujan tinggi.

Baca juga:  Arus Deras Sungai Elo Hanyutkan Jembatan Penghubung

Lukito warga sekitar mengatakan, amblesnya pondasi diduga akibat tergerus arus sungai. Sebab selama musim penghujan ini kondisi sungai meluap. “Awalnya hanya sedikit, tapi lama-lama gerusnya semakin dalam dan menyebabkan jembatan ambles,” tegasnya.

Menurutnya, jika terjadi banjir sekali lagi maka bisa dipastikan jembatan akan roboh dan hanyut terbawa arus. Hal itu melihat kondisi jembatan yang sudah tidak ada pondasi pengait lagi di ujung jembatan.

Hal senada dikatakan Ahmad Romdhoni. Menurutnya, jembatan yang dibangun sekitar 1990 memang menjadi akses utama warga Nawangsari. Terutama untuk menuju Desa Sumberagung dan Desa Bumiayu.

“Saban hari jembatan kayu ini dilalui sepeda motor, becak, sepeda kayuh dan pejalan kaki. Begitu juga anak-anak sekolah. Jadi kondisi ini sangat penting, jika tidak segera diperbaiki maka akan kehilangan akses,” tuturnya.

Baca juga:  Pria Ini Temukan Granat Nanas saat Hendak Mandi di Sungai Blorong

Suryanto menambahkan, amblesnya pondasi jembatan menyebabkan warga terpaksa memutar melalui Jalan Sedayu-Weleri atau melalui Jalan Weleri-Sukorejo. “Warga berharap pondasi bisa segera diperbaiki,” kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal Sugiono mengatakan, jembatan yang ambles merupakan jembatan desa. Petugas dari UPTD DPUPR sudah melihat kondisi di lapangan dan koordinasi dengan pemerintah desa. “Kami siap membantu mungkin bisa pondasi atau lantai jembatan. Namun, pelaksanaan perbaikan tetap oleh pemerintah desa,” timpalnya. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya