alexametrics

Menjaga Toleransi dengan Spirit Natal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Spirit Natal 2019 betul-betul menjadi Indonesia yang kuat dalam menjalin persatuan dan kesatuan. Sebab keragaman maupun kebhinnekaan disyukuri dengan cara menjadi menjalani hidup sebagai sahabat bagi semua orang.

PERAYAAN NATAL: Bupati Kendal Mirna Annisa (tengah) didampingi Kapolres Kendal dan Dandim 0715 Kendal saat melakukan kunjungan ke gereja di Kendal, kemarin. Inzet: Sebanyak 500 burung gereja dilepas dalam perayaan natal di Salatiga kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERAYAAN NATAL: Bupati Kendal Mirna Annisa (tengah) didampingi Kapolres Kendal dan Dandim 0715 Kendal saat melakukan kunjungan ke gereja di Kendal, kemarin. Inzet: Sebanyak 500 burung gereja dilepas dalam perayaan natal di Salatiga kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Demikian dikatakan Bupati Kendal, Mirna Annisa saat melakukan kunjungan ke sejumlah gereja di Kendal pada perayaan Natal, Rabu (25/12) kemarin. Menurutnya hal itu sesuai tema Natal 2019 yakni, Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.

Pesan persahabatan tahun ini menurutnya, mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk mewujudkan cita-cita bersama para pendiri bangsa. Yakni untuk saling menolong, saling membantu satu sama lain. Selain itu saling mengerti dan memahami akan perbedaan. “Sehingga Indonesia selalu damai,” katanya.

Baca juga:  Di Kendal, 26 Pelajar Kecanduan Narkoba

Mirna mengaku, kegiatan safari Natal sudah rutin dilakukan tiap tahun. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi antar umat beragama. Perayaan Natal di Kendal menurutnya berjalan aman dan penuh kedamaian. Hal itu membuktikan, di Kendal selalu aman dan kondusif.

Sementara di Salatiga sebanyak 500 burung gereja dilepas Wali Kota Yuliyanto, Ketua DPRD Dance Ishak Palit, Forkopimda, Romo dan Pendeta dalam peryaan Natal Bersama Kota Salatiga Tahun 2019 di Lapangan Yonif 411 (25/12). Tema perayaan natal bersama tahun ini adalah Hiduplah Sabagai Sahabat Bagi Semua Orang.

Ketua BKGS Kota Salatiga Purwanto, sedikit mengupas tema yang diangkat. “Bila konsep persahabatan kita bangun, maka tentu kita sudah berkontribusi bagi kerukunan, kedamaian, keharmonisan sebagai perwujudan upaya kita merawat Kota Salatiga sebagai kota toleran yang pada gilirannya virus toleransi bisa mewabah ke kota-kota dan desa-desa seluruh penjuru tanah air. Mari kita wujudkan masyarakat yang toleran dari Salatiga menuju Indonesia,” sambutnya.

Baca juga:  Polsek Pegandon Gencarkan Penyemprotan Desinfektan di Sekolah

Dalam sambutannya Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyampaikan pesan kepada yang hadir untuk terus menjaga iklim toleransi di Kota Salatiga. “Saya juga mengapresiasi perayaan Natal Bersama Kota Salatiga ini, namun kali ini saya mohon maaf karena lokasi perayaan bergeser dari Lapangan Pancasila ke Lapangan Yonif 411 dikarenakan Lapangan Pancasila sedang dibangun. Semoga tahun depan perayaan sudah bisa kembali lagi ke sana, dan nanti lapangan tambah cantik, bisa sekalian foto-foto,” ungkap Yuliyanto. (bud/sas/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya