alexametrics

Jalan Mulus, Investasi Maju

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Komitmen Bupati Kendal Mirna Annisa untuk merampungkan jalan rusak di Kendal menjadi tanggung jawab besar yang akan dirampungkannya. Dari 393 kilometer panjang jalan Kendal yang rusak, hingga akhir 2019 ini kami menyelesaikan 325,3 kilometer.

Mirna mengaku, langkah untuk memenuhi janjinya dalam hal perbaikan jalan itu telah dimulainya sejak ia menjabat sebagai bupati. Pada awal Mirna menjabat, tepatnya 17 Februari 2016, kondisi jalan di Kendal yang rusak berat mencapai 393 kilometer. Jumlah tersebut lebih dari 51 persen dari total panjang jalan di Kendal sepanjang 770 kilometer.

Namun berangsur kerusakan jalan terus diperbaiki tiap tahun. Baik melalui kebijakan anggaran, maupun kinerja OPD. Yakni dengan memberikan ketegasan untuk OPD bekerja keras.

“Karena saya melihat jalan ini sudah terlalu lama rusak. Masyarakat juga butuh kepastian kapan di daerahnya bisa diperbaiki. Sehingga dari sisi anggaran khusus untuk jalan setiap tahun selalu kami tambah. Dari sisi kebijakan, kami lakukan pemantauan dan evaluasi rutin dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) selaku pengguna anggaran, agar bisa menyelesaikan jalan,” tutur Mirna.

Baca juga:  Makin Mudah Berinvestasi dengan BRIGHTS, Aplikasi Trading Online Terlengkap dari BRI Group

Evaluasi dan pemantauan dilakukan, untuk memastikan bahwa paket pekerjaan jalan yang telah direncanakan bisa dikerjakan. Sebab dari dulu, lanjut Mirna, penyakit di DPUPR adalah lambat di proses lelang. “Sehingga banyak paket pekerjaan jalan tidak terlelang karena waktunya sudah mendekat akhir tahun,” tandasnya.

Makanya, ia tekankan agar pekerjaan jalan bisa sebisa mungkin dapat dilelang di awal tahun. “Termasuk di 2020 nanti, kami minta semua OPD termasuk DPUPR agar bisa menyiapkan dokumen lelang, sehingga awal tahun bisa langsung dilelang,” jelasnya.

Untuk kebijakan pembangunan dan perbaikan jalan di 2020, lanjut Mirna, pihaknya melalui DPUPR telah menganggarkan sebesar Rp 57 miliar melalui APBD Kendal 2020. Anggaran tersebut masih akan ditambah dari dana DAK, Bantuan Provinsi (Banprov), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT). “Sehingga kami pastikan sampai akhir 2020, jalan di Kendal sudah mulus semua,” paparnya.

Baca juga:  Reformasi Birokrasi Pacu Investasi

Investasi Maju

Selain pembangunan jalan, Mirna juga fokus terhadap investasi di Kendal. Terlebih sejak dipimpinnya, Mirna membuat kebijakan dengan menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Yakni yang terletak di Pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) wilayah Kaliwungu dan Brangsong.

Atas keberaniannya itulah, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Kendal sebagai satu dari tiga daerah di Jateng yang ditunjuk sebagai Daerah Percepatan Ekonomi. Bahkan Investasi di Kendal juga mendapatkan pujian dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “Tinggal sekarang kami bersama DPRD Kendal menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW). Sehingga investor yang masuk ke Kendal ini bisa mendapatkan kepastian akan usahanya,” paparnya.

Selain KEK, Kendal telah memiliki Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah dulu dipelopori oleh PT Jababeka dan Sambcorp dari Singapura. Saat ini juga tengah dalam pembangunan Kawasan Industri Baja dan pengaktifan Pelabuhan penyeberangan maupun Pelabuhan Niaga Kendal.

Baca juga:  Bupati Dico Minta DPMPTSP Mudahkan Sistem Perizinan

Kawasan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di Kendal juga telah didukung dengan selesainya Jalan Tol Trans Jawa. Hal itu memudahkan pengangkutan barang hasil produksi dari Kendal. “Pelabuhan Niaga Kendal juga mulai dioperasikan, sehingga bisa dengan mudah membawa hasil produksi,” tuturnya.

Kemudahan investasi di Kendal juga telah dijaminnya. Di antaranya kemudahan perizinan bagi investor yang akan masuk ke Kendal. Bahkan dengan pelayanan satu pintu, calon investor yang mengurus perizinan dapat mengurus mudah dengan waktu singkat.

Makanya ia meminta untuk warga masyarakat mendukung pembangunan di Kendal, baik pembangunan ekonomi maupun infrastruktur di Kendal. “Jika jalan baik maka, tidak ada lagi warga mengeluhkan jalan rusak. Begitu pun jika kawasan industri dan pelabuhan dioperasikan, maka dapat mudah untuk mencari pekerjaan di Kendal tanpa harus merantau ke daerah lain maupun luar negeri,” tambahnya. (adv/bud)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya