5.000 Pelajar NU Sepakat Perangi Radikalisme

195
APEL: Kapolres Kendal, Hamka Mappaita menerima Bendera Merah Putih saat memimpin Apel Kebangsaan 5.000 Pelajar NU di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APEL: Kapolres Kendal, Hamka Mappaita menerima Bendera Merah Putih saat memimpin Apel Kebangsaan 5.000 Pelajar NU di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sebanyak 5.000 pelajar se Jateng yang mendeklarasikan diri untuk setia pada NKRI. Ribuan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) itu juga siap membantu memerangi radikalisme dan terorisme.

Deklarasi itu disampaikan pada apel dan kirab 5.000 pelajar IPNU di Alun-Alun Kendal, Jumat (13/12) sore. Apel dan kirab digelar menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU Jateng yg digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Alfadlu 2, Brangsong.

Ada lima poin lainnya yang dideklarasikan. Yakni pelajar NU akan konsisten untuk menegakkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.  Selain itu mereka juga berkomitmen untuk menghargai dan menghormati perbedaan serta menolak penyesatan.

“Pelajar NU juga akan selalu merawat tradisi kebangsaan dengan tetap bermoto pelajar NU cinta NKRI tanpa Narkoba,” kata Komandan Dewan Koordinasi Wilayah CBP IPNU Jateng  Shodikin.

Ia berharap agar para pelajar juga menjadi benteng persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kepribadian sebagai bangsa Indonesia hilang akibat isu-isu yang memecah belah persatuan dan kesatuan. “Harapannya dengan Konferwil ini, IPNU dan  IPPNU di Jawa tengah menjadi satu dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkasnya

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita saat menjadi inspektur apel meminta agar pelajar NU menjadi pelopor masyarakat Indonesia yang mencintai Pancasila. Hal itu agar dapat menanggulangi permasalahan yang dapat merusak keutuhan dari kesatuan dan persatuan Indonesia.

“Saya tahu bahwa organisasi NU selalu menjunjung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dari itu saya harap dikonferensi ini juga menjadi ajang saling bertukar pikiran untuk tujuan menjaga persatuan dan kesatuan demi masa depan bangsa,” katanya.

Ia berharap agar nantinya hasil dari konferensi ini dapat bermanfaat banyak bagi Indonesia khususnya Jawa tengah terlebih dalam menjaga persatuan dan kesatuan. (bud/bas)