Kafe jadi Sarana Edukasi Kependudukan

203
KREATIF: Para siswa yang menjadi juru masak di Kafe Ceria Smanik nampak tengah menyajikan menu kepada pengunjung disela Launching SSK di Aula setempat, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Para siswa yang menjadi juru masak di Kafe Ceria Smanik nampak tengah menyajikan menu kepada pengunjung disela Launching SSK di Aula setempat, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Banyak hal dapat dilakukan untuk mengajak generasi muda peduli terhindar dari seks bebas dan pernikahan dini. Salah satunya membuat Kafe Ceria sebagai tempat nongkrong sekaligus belajar tentang bahaya  data kependudukan.

Hal itulah yang dilakukan para siswa SMA Negeri 1 Kendal (Smanik). Mereka memanfaatkan ruang bawah tangga Aula Smanik yang berkonsep kafe edukasi. Yakni tempat nongkrong saat siswa beristirahat yang dilengkapi dengan taman baca serta tempat permaninan yang menyenangkan.

Kafe Ceria sengaja didesain bersamaan dengan launching Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Smanik. Yakni untuk mengintegrasikan isu-isu kependudukan ke dalam pembelajaran di sekolah. Diantaranya tentang bahaya pernikahan dini, alat reproduksi, seks bebas, bahaya narkoba.

Menu-menu yang disajikan di kafe sederhana ini juga unik-unik. Diantaranya Orak Arik (obrolan kekinian anak responsif isue kependudukan), Bika Ambon (bicara karya anak muda bebas dari obat terlarang/narkotika), Seblak (sarana edukasi berasama pelaksanaan kependudukan). Selain itu ada juga menu Tape Ketan (tampilan poster kependudukan terpilih dan andalan), Pukis (pojok kependudukan dan informasi siswa) dan Wedang Jahe (wejangan dokter yang bertandang untuk jaminan hidup lebih enak).

Menu-menu tersebut disajikan secara bergantian setiap harinya oleh juruk masak atau chef yang berasal dari siswa.  “Setiap harinya juga ada guru yang memberikan informasi mengenai informasi kependudukan. Khusus untuk Menu Wedang Jahe, kami mendatangkan dokter untuk layanan siswa bisa berkonsultasi,” kata Kepaal Smanik, Yuniasih.

Selain menu yang dibuat obrolan dengan guru dan siswa, di kafe tersebut juga disediakan buku-buku bacaan penunjang yang telah disediakan. “Selain itu kami sediakan permainan ular tangga yang berisi juga tentang edukasi bahaya seks bebas, narkoba dan pernikahan dini maupun pergaulan bebas,”  tuturnya.

Kafe Ceria dilengkapi dengan panggung kecil dan dihiasi gambar, poster yang bertuliskan pesan-pesan tentang hidup lebih baik tanpa narkoba, seks bebas dan pergualan bebas. “Kafe Ceria ini merupakan ide dari siswa. Kami hanya menyediakan tempat, konsep dan desain tempatnya dilakukan oleh para siswa sendiri,” tandasnya.

Kabid Litbang BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sarmini mengatakan, SSK ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. Yakni yang diakibatkan pergaulan bebas dan kurang pahamnya tentang dampak buruk pernikahan dini. “Peran sekolah sangat diharapkan dalam membentuk perilaku anak dan memberikan bekal supaya menjadi generasi yang berkualitas,” katanya. (bud/bas)