Diterjang Angin Kencang, Atap Gerbang Tol Weleri Runtuh

129
RUSAK: Rumah warga di sekitar Gerbang Tol Weleri rusak akibat diterjang angin kencang. Atap rumah lepas dan beterbangan ke arah pintu tol. (kanan) Petugas membersihkan reruntuhan atap gerbang Tol Weleri. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK: Rumah warga di sekitar Gerbang Tol Weleri rusak akibat diterjang angin kencang. Atap rumah lepas dan beterbangan ke arah pintu tol. (kanan) Petugas membersihkan reruntuhan atap gerbang Tol Weleri. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Weleri, Kendal, mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan. Salah satunya Gerbang Tol Weleri di ruas Jalan Tol Semarang-Batang, Selasa (10/2) sekitar pukul 14.45.  Akibatnya, gerbang tol tidak dapat dilewati, sehingga banyak kendaraan yang ingin keluar maupun masuk tol harus putar balik.

Pihak pengelola tol  PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) terpaksa melakukan penutupan di pintu masuk maupun pintu keluar. Hal itu dilakukan untuk pembersihan gerbang tol dari puing-puing atap gerbang tol yang runtuh. Selain itu sejumlah mesin Gerbang Tol Otomatis (GTO) ada yang rusak, sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu.

Pantauan wartawan koran ini, Budi Setiyawan, di lapangan, pihak JSB menutup pintu masuk tol mulai dari persimpangan Larasati tepat di jalan masuk dari Jalan Weleri-Batang menuju tol. Sedangkan di jalan tol, petugas JSB memberikan rambu agar pengendara yang akan keluar di tol Weleri untuk melanjutkan perjalanannya sampai pintu tol terdekat.

Meski begitu, ada sejumlah kendaraan pengguna tol yang terjebak lantaran sudah telanjur  mengambil pintu keluar Weleri. Mereka terpaksa menunggu sampai proses perbaikan gerbang tol selesai. Seperti dialami Yitno, sopir bus PO Garuda Mas tujuan Jakarta-Sragen. Ia mengaku sudah lebih dari dua jam menunggu perbaikan mesin GTO dan pembersihan puing-puing atap gerbang tol.

“Ini rencana mau makan di Gringsing.  Tapi pas keluar, ternyata pintu tol ditutup. Tadi pas kesini tidak ada petugas yang memberikan peringatan, jadi kami tetap masuk seperti biasa di Gerbang Tol Weleri,” katanya.

Dikatakannya, jika pihaknya harus menerima banyak komplain dari penumpangnya. Lantaran macet lama dan tidak bisa kemana-mana. “Ada penumpang yang ingin makan, ingin salat dan sebagainya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Mantos, sopir PO Tunggal Daya jurusan Sukabumi-Wonogiri.  Ia mengeluhkan tidak adanya pemberitahuan jika pintu tol Weleri mengalami kerusakan. “Harusnya petugas bergerak cepat, kalau sudah macet dan antre sepanjang ini, kasihan pengguna tol yang sudah bayar tol,” katanya.

Direktur Utama PT JSB Arie Irianto mengatakan, angin kencang telah merusak mesin GTO e-toll, sehingga tidak bisa digunakan. Dia mengatakan, untuk sementara pihaknya menutup pintu gerbang tol Weleri.

“Kami akan melakukan komplain ke PT Waskita selaku kontraktor pembangunan tol. Karena ini masih dalam masa jaminan garansi oleh kontraktor,” ujarnya.

Dia mengatakan, pengguna tol untuk sementara waktu selama penutupan tol diarahkan untuk masuk maupun keluar tol melalui gerbang tol terdekat. Yakni, Gerbang Tol Kendal di Kecamatan Pegandon atau Gerbang Tol Kandeman, Batang.

 

“Kami masih menginventarisasi berapa pintu yang rusak. Mesin yang rusak ada di paling utara atau pintu masuk dari arah barat. Tepat pukul 18.42, mesin GTO sudah selesai diperbaiki dan bisa dilalui oleh pengguna tol,” tuturnya. (bud/aro)