alexametrics

Boja Juara Liga Desa Kendal 2019

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Berhasil mengalahkan tim kesebelasan dari Kendal, Boja akhirnya lahir sebagai sang juara dalam laga Liga Sepak Bola Antar Desa Kabupaten Kendal 2019 (U-21). Dalam pertandingan final yang cukup sengit, tim kesebelasan Kendal harus terpaksa harus puasa sebagai runer up lantaran tak mampu membalas kekalahan skor 1-0 untuk Tim Boja.

Laga Final yang digelar di Stadion Utama Kebondalem Kendal, Tim kesebalasan Boja asuhan Firduas Januar Amrianto berhasil mencetak gol pada menit ke-42 dengan waktu 2×35 menit. Gol tersebut dicetalk oleh David Anthony melalui tendangan langsung.

Skor tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan telah berakhir. Tim Kecamatan Kendal berusaha membalas, dan berusaha mengejar, tetapi rapatnya barisan lawan, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0.

Baca juga:  Mental Training Membentuk Anak Berprestasi di Bidang Olahraga

Panitia pertandingan Bidang Humas dan Media Massa, Sutono Gimsoe, mengatakan, kejuaraan diikuti pemain U-21. Mereka merupakan hasil seleksi dari masing-masing desa di masing-masing kecamatan. “Kejuaraan digelar sejak 11 November hingga 1 Desember,” katanya.

Camat Boja, Ripurwanto, mengapresiasi hasil yang berhasil diraih pemuda dari Kecamatan Boja. Menurutnya, dari kejuaraan itu, bisa mencari bibit pesebakbola untuk Kendal. “Kemenangan Boja ini sekaligus bukti bahwa Boja memiliki bakat pemain sepak bola yang luar biasa. Harapannya bisa menjadi pemain-pemain nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kendal, Agung Setiawan, mengatakan, liga sepakbola antar desa tersebut baru kali pertama digelar di Kendal. “Peserta berasal dari desa yang diseleksi oleh kecamatan. Pemain rata-rata berusia di bawah 21 tahun,”’ jelas Agung Setiawan.

Baca juga:  Tiga Tahun Rayakan Imlek Sederhana

Pelatih Tim Boja, Firduas Januar Amrianto mengatakan sebenarnya timnya banyak kesempatan untuk mencetak gol. Tapi hal itu tidak dimanfaatkan banyak oleh para pemainnya. “Mungkin karena pesiapan kami yang pendek dan kurang matang, sehingga para pemain juga tidak bisa mengatur strategi lebih baik,” akunya. (bud/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya