Upaya Disporapar Hilangkan Kesan Kumuh Tembok Stadion

230
KREATIF: Para seniman mural menggambar tembok dinding stadion dalam lomba mural Rabu (27/11). (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Para seniman mural menggambar tembok dinding stadion dalam lomba mural Rabu (27/11). (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Dinding tribun  bagian luar Stadion Utama Kendal nampak berwarna-warni. Hal itu berkat kreativitas anak-anak muda Kendal yang melukis dinding.

Seni melukis dinding atau mural kerap memang kerap dipandang sebelah mata. Hal itu lantaran dinilai hanya mengotori tembok. Namun dengan desain yang menarik ternyata mural justru mampu membuat suasana lebih berwarna. Bahkan mampu mengubah dinding yang kumuh jadi lebih menarik.

Tidak hanya itu goresan hasil mural di dinding bisa menjadi spot menarik bagi yang gemar berswa foto karena penuh warna dan gambar yang menarik. Gambar yang ada di sepanjang dinding stadion juga tidak asal-asalan namun mempunyai tema dan makna tersendiri.

Itulah yang nampak pada Lomba Mural Dinding Stadion Kendal yang dihelat Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal. Puluhan seniman mural di Kendal  mencoba menuangkan kreativitasnya di tembok setinggi empat meter ini. Dibutuhkan ketrampilan khusus untuk melukis tembok dinding stadion Kebondalem Kendal ini.

Seperti dilakukan Bima Saputra, mengaku perlu perencanaan sebelum menuangkan gambar ke tembok dinding stadion. Tingkat kesulitan yang paling tinggi saat menerapkan gambar dalam desain kertas dituangkan ke dinding.

Tidak hanya itu tembok dengan permukaan tidak rata juga menyulitkan seniman untuk menggoreskan cat tembok. “Saya bersama teman-teman mengusung tema kaum milenial menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya, kemarin (27/11).

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kendal, Agung Setiawan mengatakan memilih dinding stadion karena lokasi tersebut menjadi tempat berkumpulnya anak muda. “Kreativitas anak-anak muda perlu ditampung dan diberi ruang agar tidak sekadar coret-coret tembok yang tidak beraturan,” katanya.

Lomba mural ini juga untuk mengubah kesan kumuh di stadion menjadi lebih baik dan menarik. Ada 40 kelompok seniman mural yang ikut menggoreskan gambarnya di tembok stadion dan dikerjakan selama dua hari untuk memperebutkan total hadiah Rp 15 juta.

Setelah selesai hasil sentuhan seniman mural dari berbagai daerah ini nampak menarik. “Kesan kumuh pada dinding stadion yang kumuh dan tidak terawat sekilas hilang dengan gambar beraneka ragam dengan warna-warna yang cerah,” imbuh Agung. (bud/bas)